Makam Daeng Mangkona Dipenuhi Peziarah

Makam pendiri Kota Samarinda, Daeng Mangkona, banyak didatangi peziarah yang ingin mencari kesuksesan dalam karir dan jodoh. Makam tersebut ditemukan seorang petani tahun 1960.

oleh Liputan6Diterbitkan 02 Januari 2002, 20:34 WIB
Liputan6.com, Samarinda: Makam penyebar pertama agama Islam yang juga pendiri Kota Samarinda, Daeng Mangkona, secara tak sengaja ditemukan pada tahun 1960. Hingga kini, banyak peziarah yang datang untuk meminta rezeki, pengasihan maupun jodoh. "Makam itu diperkirakan telah berusia 400 tahun," kata Taha, juru kunci yang juga penemu makam, di Samarinda, baru-baru ini.

Menurut Taha, Daeng Mangkona adalah seorang penyebar agama Islam yang berasal dari Suku Bugis, Bone, Makassar, Sulawesi Selatan. Beliau menyebarkan agama Islam ke Kalimantan Timur melalui pesisir Sungai Mahakam. Saat ini, kompleks yang dalamnya terdapat empat makam, yakni makam Daeng Mangkona, istri serta kedua anaknya itu sarat dikunjungi peziarah yang berasal dari Kalimantan, Jawa, Sulawesi, dan Sumatra.

Kompleks makam yang berdiri di atas tanah seluas satu hektare itu dikabarkan sudah pernah dipugar karena termakan usia. Pada tahun 1978, pemerintah Provinsi Kaltim menjadikan kawasan makam tersebut sebagai Cagar Budaya.(DEN/Polmart Aritonang)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya