Dunia Pantau Demo Damai 4 November di Jakarta

Beberapa media asing turut memberitakan demo 4 November yang diharapkan berlangsung damai.

oleh Elin Yunita KristantiTanti Yulianingsih diperbarui 04 Nov 2016, 15:49 WIB
Media asing memantau demo damai 4 November di Jakarta. (Berbagai Sumber)

Liputan6.com, Jakarta - Demo damai 4 November ternyata tak hanya menjadi sorotan di Tanah Air, tapi juga dunia. Beberapa media asing turut memberitakan aksi massa terkait kasus yang menimpa Gubernur DKI Jakarta Basuki TjahajaPurnama.

Melalui artikel berjudul "Thousands march in Jakarta protest", media Australia News.com.au, memberitakan ribuan orang turun ke jalan dan melakukan long march ke Istana Negara.

"Ketika salat Jumat, orang-orang memenuhi masjid terbesar di Jakarta, Masjid Istiqlal, meletakkan kain dan koran untuk salat. Setelah itu, kerumunan di depan Monumen Nasional di dekatnya mulai melambaikan bendera dan berteriak 'tangkap Ahok'," tulis media Negeri Kanguru itu.

Senada dengan itu, laman media Singapura, The Straits Times juga menyebutkan bahwa para demonstran yang salah satunya dipimpin oleh Front Pembela Islam (FPI), salat Jumat di Masjid Istiqlal, serta di jalan-jalan dan trotoar luar rumah ibadah.

Media itu melaporkan, para pendemo tiba dengan menumpang bus, sepeda motor, bahkan berjalan kaki. Ada yang datang dari Bali dan Kalimantan.

Media Amerika, CNN menyoroti sekitar 18.000 personel gabungan polisi dan militer yang dikerahkan untuk menjaga demo 4 November.

CNN juga mengupas penjagaan sekitar 100 anggota militer bersenjata di luar kediaman gubernur. Hal tersebut dikupas dalam artikel berjudul "Thousands rally in Jakarta over governor's alleged blasphemy".

Sementara itu artikel terkait bertajuk "Jakarta security tight for blasphemy protest against governor" dibuat oleh media Inggris, BBC. Dalam tulisannya, disoroti langkah pengetatan keamanan untuk menjaga jalannya demo 4 November tersebut.

Media Bangkok, Bangkok Post juga turut mengangkat isu demo 4 November itu. Media itu menulis bahwa masyarakat Indonesia sebelumnya meramaikan isu tersebut di media sosial. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya