FPI Demo di Balai Kota, Apa yang Dilakukan Ahok?

Ahok merasa tak perlu bertemu atau mediasi dengan perwakilan demonstran.

oleh Delvira Hutabarat diperbarui 14 Okt 2016, 17:56 WIB
Massa dari ormas Islam mengusung spanduk dan berorasi menyampaikan kecaman terhadap Basuki Tjahaja Purnama terkait pernyataan Ahok yang dinilai menyinggung satu golongan masyarakat di Balai Kota Jakarta, Jumat (14/10). (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta - Massa Front Pembela Islam (FPI) dan ormas Islam lainnya menggelar aksi demo besar-besaran di Balai Kota Jakarta sejak siang hingga sore hari ini. Mereka demo untuk menolak Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Bukannya takut, Ahok malah santai menghadapi demo tersebut. Meski di luar kantornya massa berteriak dan melempar botol, bakal cagub DKI petahana ini tetap sibuk di ruang kerjanya melaksanakan tugas sebagai Gubernur DKI.

"Karena banyak kerjaan," ujar Ahok saat ditanyakan hal itu di Balai Kota Jakarta, Jumat (14/10/2016).

Menurut Ahok, dia sudah meminta maaf pada umat Muslim terkait ucapannya saat di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu. Karena itu, mantan bupati Belitung Timur ini merasa tak perlu meminta maaf lagi kepada pendemo.

"Minta maaf lagi, mau ngapain lagi. Kan sudah jelas sudah minta maaf. Ini kan (mereka) enggak terima minta maaf saya, masih demo kan. Sudah jelas kok, bisa nonton videonya. Tidak ada maksud sama sekali menghina Alquran atau menghina Islam," ucap Ahok.

Ahok pun merasa tak perlu bertemu atau mediasi dengan perwakilan demonstran. Sebab, menurut Ahok, demo kali ini hanya bertujuan ingin menyeretnya ke penjara.

"Mau ketemu apa? Intinya mereka kan cuma mau nyeret aku ke penjara kan. Ini kan sebagian orang dari gerakan yang mau nyeret saya mulai dari kasus Sumber Waras, reklamasi, yang bikin anarkis di KPK. Kan tujuannya cuma itu, bagaimana Ahok masuk penjara, enggak ikut pilkada," ujar Ahok.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya