Cara Kotor Legenda MU demi Kalahkan Liverpool

Selama berkostum MU, Neville sudah memainkan 602 pertandingan.

oleh Ahmad Fawwaz Usman diperbarui 14 Okt 2016, 14:50 WIB
Gary Neville saat masih bermain untuk Manchester United. (AFP/Paul Ellis)

Liputan6.com, Liverpool - Meski bukan rival sekota, Manchester United dan Liverpool kerap menyuguhkan pertarungan sengit setiap kali bertemu. Bahkan, Gary Neville rela melakukan hal apa pun hanya untuk meraih kemenangan atas Liverpool.

Pengakuan Neville itu terkait pertemuan MU dengan Liverpool di Old Trafford pada 21 Maret 2010 silam. Tensi permainan saat itu langsung memanas sejak Fernando Torres membawa tim tamu unggul di menit 5. Tujuh menit kemudian, giliran gawang Liverpool kawalan Pepe Reina yang dijebol Wayne Rooney.

Saat skor imbang tak kunjung berubah, kontak fisik antar-pemain pun sering terjadi. Javier Mascherano yang saat itu menjadi gelandang Liverpool sempat melakukan tekel keras kepada Antonio Valencia.

Saat situasi semakin memanas, Neville memanas-manasi wasit Howard Webb untuk mengeluarkan kartu merah kepada Mascherano. Namun, desakan Neville tak digubris Webb.

"Saya tak begitu ingat siapa yang tersandung. Saya langsung pergi ke wasit karena salah satu hal besar dalam permainan ini adalah jika Anda bisa membuat seseorang diusir. (Jamie) Carragher tahu apa yang saya lakukan dan ia akan melakukan hal yang sama. Saya pergi ke wasit, berbicara dengannya dan berkata 'Apakah Anda akan mengambil keputusan?'" kata Neville seperti dilansir Mirror.

"Saya mencoba untuk menghentikannya ke arah wasit karena saya tahu apa yang akan terjadi. Mempengaruhi wasit adalah bagian dari pertandingan besar," timpal Carragher.

Laga itu akhirnya dimenangkan Setan Merah. Park Ji-Sung menjadi penentu kemenangan setelah sukses memaksimalkan umpan Darren Fletcher di menit 60.

"Tak mudah mempengaruhi satu orang yang berpikir bahwa mereka tak tahu siapa yang memberitahu kebenaran. Ia mengatakan satu hal, saya katakan justru sebaliknya. Itu bukan bagian besar dari permainan. Namun, itu lebih terkait insiden dalam mempengaruhi wasit," Carragher menambahkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya