Tips Hindari Ponsel Android dari Virus Berbahaya

Berikut ini tips-tips agar smartphone Android-mu tak terjangkit virus berbahaya.

oleh Muhammad Sufyan Abdurrahman diperbarui 09 Okt 2016, 19:25 WIB
(ilustrasi)

Liputan6.com, Bandung - Layaknya manusia, smartphone Android juga bisa dijangkiti virus berbahaya yang berpotensi mengancam privasi dan keamanan Anda.
 
Ada beribu cara yang dimiliki peretas (hacker) untuk bisa mengontaminasi perangkat Anda. Selain berhati-hati, kita juga dituntut cerdas dalam mengenali ancaman.

Untuk itu, ulasan berikut ini dapat menjadi tips agar ponsel Anda tak terjangkit virus berbahaya:

1. Akses ke Aplikasi
Meskipun Anda mengunduh aplikasi dari Google Play Store, Anda tetap wajib waspada. Pasalnya, masih ada banyak aplikasi yang diprogram untuk memata-matai (spyware).

Untuk itu, saat memasang aplikasi, perhatikan permission access yang muncul saat Anda ingin memasang aplikasi. Jika terdapat permintaan izin ke tool yang mencurigakan, batalkan segera.

2. Pakai Antivirus Terbaru
Memasang antivirus memang penting untuk dilakukan, meski ada risikonya. Tetapi yang perlu diingat, pasang lah antivirus versi terbaru agar fungsinya lebih maksimal.

Ilustrasi smartphone Android. (Doc: Tech Radar)

Ada banyak aplikasi antivirus untuk Android, misalnya aplikasi dari VGA, Kaspersky, Norton dan bahkan Avast. Hanya ambil dari vendor ternama tersebut, daripada sekadar gratis dari sumber tak terpercaya, namun akhirnya malah menyebarkan virus di ponsel cerdas Anda.

3. Hati-hati Gunakan WiFi Publik
Semua orang pasti senang jika mendapatkan akses internet gratis. Tapi, perlu Anda ketahui bahwa WiFi sangat sering digunakan oleh peretas untuk masuk ke dalam sistem perangkat. Jadi, pastikan koneksi publik tersebut aman dan ditawarkan oleh penyedia layanan yang terpercaya pula.

4. Update Sistem Operasi Anda
Pabrikan smartphone biasanya merilis sistem operasi versi terbaru secara berkala. Suka atau tidak suka, Anda butuh perlindungan yang lebih optimal. Hal ini dapat Anda rasakan lewat pembaruan (update) sistem operasi. Proses pembaruan software ini tidak memakan waktu lama. 

Selamat mencoba! 

(Msu/Cas)

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya