Jadi Sopir di ExxonMobil, Ini Tugas S Saat Rampok Rumah Bosnya

S diketahui memiliki peran menggambar denah rumah Asep yang menjadi target operasi.

oleh Nafiysul Qodar diperbarui 09 Sep 2016, 22:28 WIB
Anggota Brimob bersiap melakukan penyergapan di lokasi perampokan disertai penyanderaan di Kawasan Pondok Indah, Jakarta, Minggu (3/9). Dua tersangka pelaku perampokan disertai penyanderaan dilumpuhkan polisi. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta Setelah sempat buron seminggu, S alias C (42) akhirnya menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya, siang tadi. Dia merupakan salah satu pelaku perampokan di rumah mantan Vice President ExxonMobil Asep Sulaiman di Pondok Indah, ‎Jakarta Selatan, Sabtu 3 September lalu.

‎Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan, S berprofesi sebagai sopir di ExxonMobil hingga saat ini. Bahkan S sempat menjadi sopir pribadi Asep selama bertahun-tahun.

‎"Inisial S ini selama 12 tahun menjadi sopir PT Exxon sampai hari ini statusnya outsourching di PT SNP Indonesia, mulai 8-9 tahun driver Asep sampai tahun 2014," ujar Hendy di Mapolda Metro Jaya, Jumat (9/9/2016).

Karena pengalamannya itu, kata Hendy, pelaku memiliki peran krusial dalam perampokan di rumah mantan bos ExxonMobil ini. ‎S diketahui memiliki peran menggambar denah rumah Asep yang menjadi target operasi.

"Pada hari Jumat 2 September, S ini ditelepon AJS dan diajak ketemu di RS Qadr Karawaci. S berperan memberikan gambar dan denah rumah Pak Asep," kata Hendy.

"Saat perampokan, S ini sempat ikut berkumpul di hotel daerah Ciputat. Kemudian pada saat AJS dan S masuk ke dalam rumah, S alias C, RHN alias H, dan SAS menunggu di luar rumah untuk mengawasi," sambung dia.

Saat ini, pihak kepolisian masih memeriksa S secara intensif. Hal itu dilakukan untuk mendalami motif yang selama ini diyakini polisi murni perampokan.

Ajakan AJS

Polisi telah menetapkan AJS sebagai otak pelaku perampokan di rumah Asep Sulaiman. Mantan Sekuriti di ExxonMobil ini yang memiliki ide mengajak empat pelaku lainnya untuk menguras kekayaan Asep.

"Para pelaku mengakui diajak AJS yang merupakan otak dari perampokan ini. Dia bilang ada uang yang dibawa salah satu pejabat dalam jumlah besar dan akan dirampok oleh mereka," kata Hendy.

Apalagi AJS mengetahui, bahwa korban yang baru saja pensiun dari perusahaan minyak itu memperoleh pesangon mencapai miliaran rupiah. Namun Hendy tak merinci nominal uang pensiunan Asep yang diincar para pelaku.

‎"Pelaku mengetahui pesangon terhadap Pak Asep jumlahnya besar, sehingga mereka tergiur untuk melakukan perampokan di rumah Pak Asep ketika ‎pensiun. Mencapai miliaran," papar dia.

‎Sebelumnya, perampokan dan penyekapan di rumah mewah Jalan Bukit Hijau IX, Nomor 17, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu lalu menjadi perhatian publik karena penuh drama. Pelaku yang telah merangsek ke rumah korban sejak dini hari gagal melakukan aksinya karena terkepung polisi.

‎Sadar posisinya terjepit, pelaku pun berdamai dengan korbannya. Mereka membuat skenario seolah-olah tidak ada perampokan. Padahal berbagai keterangan dan bukti menunjukkan bahwa peristiwa tersebut murni perampokan.

‎Anehnya, pelaku sempat melakukan sejumlah aktivitas di rumah tersebut, seperti makan bersama, memijit korbannya, hingga salat zuhur berjamaah. Namun pada akhirnya, pelaku berhasil diringkus tanpa perlawanan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya