Kompor Minyak Tanah Laris Manis

Perajin kompor minyak tanah tetap eksis di tengah munculnya berbagai merek kompor gas dan listrik. Bahkan, permintaan kian melonjak menjelang Lebaran.

oleh Liputan6Diterbitkan 23 Oktober 2000, 13:53 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Siapa bilang kompor minyak tanah kalah bersaing dengan kompor gas dan listrik. Tak percaya? Tengok saja, lokasi penjualan kompor minyak di kawasan Cawang Jakarta Timur. Hingga kini, kompor minyak di sana tetap saja laris diburu pembeli. Apalagi, menjelang Lebaran, penjualan kompor minyak semakin meningkat.

Memang, penggunaan kompor minyak tanah tak sepraktis kompor gas atau listrik. Tetapi, --ini yang penting-- biaya bahan bakarnya relatif lebih murah. Sebab, pembuatan kompor tersebut cukup sederhana: menggunakan tong, seng, dan besi bekas. Tapi, dengan bekal itu, para perajin dapat menghasilkan 1.000 kompor berukuran kecil dalam tempo dua bulan. Sedangkan untuk memproduksi 200 kompor ukuran besar membutuhkan waktu sekitar empat bulan.

Dari bisnis tersebut, para perajin bisa meraih keuntungan sebesar Rp 3.000 per kompor. Asal tahu saja, dalam sehari, para perajin mampu menjual 10 buah kompor. Namun, hasil tersebut masih bisa meningkat melalui permintaan dari berbagai daerah seperti, Pemalang dan Lampung.

Menurut para perajin, menjamurnya kompor gas dan kompor listrik di pasaran tak berpengaruh terhadap omzet penjualan mereka. Bahkan, menjelang Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada Desember mendatang, para perajin mengaku sudah mulai kekurangan stok.(PIN/Olivia Rosalia dan Adi Iskarpandi)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya