Liputan6.com, Jakarta - Raja Henry VIII pada Abad Pertengahan di Inggris sudah lama memimpikan lahirnya anak laki-laki sebagai penerus takhta Dinasti Tudor. Yang lahir adalah Elizabeth.
Ia bahkan sempat dianggap anak tak sah dan disingkirkan dari antrean suksesi kerajaan. Gelarnya diturunkan dari 'Princess' ke 'Lady'.
Advertisement
Liku-liku sejarah Ratu Elizabeth I pada abad 16 itu paling menarik perhatian pembaca Liputan6.com, karena penuh dengan intrik dan perebutan kekuasaan.
Kontras dengan kisah kekuasaan pada abad 16, melelehnya 'perang dingin' selama 18 tahun antar Mahathir dan Anwar Ibrahim menjadi penanda berakhirnya perseteruan mereka yang pernah dipicu oleh urusan kekuasaan di masa lalu.
Masih tentang kekuasaan. Kecelakaan yang dialami oleh pengemudi mobil Vladimir Putin menewaskan pengemudi tersebut. Putin memang tidak ada dalam kendaraan, tapi media Rusia menyebut mobil BMW hitam tengah dikendarai sopir pribadi kesayangan Putin. Muncullah dugaan ada usaha mendongkel Putin dari kekuasaannya.
Berikut Top 3 Global edisi Rabu (7/9/2016) sore:
1. 7-9-1533: Lahirnya Ratu 'Perawan' Inggris yang Diduga Pria
Tangis pertama Elizabeth pecah pada 7 September 1533 di Istana Greenwich. Tak ada sambutan suka cita atas kelahirannya itu. Sang ayah, Raja Inggris Henry VIII bahkan dirundung duka, sudah lama ia memimpikan lahirnya anak laki-laki sebagai penerus takhta Dinasti Tudor.
Lahir sebagai anak yang tak diinginkan, badai menerpa Elizabeth pada usianya yang teramat muda. Saat berumur 2 tahun 8 bulan, ibunya, Anne Boleyn dituduh berzina dan dihukum penggal atas perintah sang ayah.
Henry VIII lalu menikahi dayang istana, Jane Seymour seminggu kemudian. Elizabeth lantas dianggap anak tak sah dan disingkirkan dari antrean suksesi kerajaan. Gelarnya diturunkan dari 'Princess' ke 'Lady'.
2. Usai 18 Tahun Berseteru, Mahathir dan Anwar Ibrahim Bersalaman
Setelah 18 tahun bermusuhan, untuk pertama kalinya mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad bertemu dengan Anwar Ibrahim.
Peristiwa itu terjadi di Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur di mana Anwar Ibramin menghadiri sidang permohonan untuk menghentikan undang-undang (UU) baru tentang Dewan Keamanan Nasional Malaysia (NSC).
Di tempat itu, Mahathir terlihat berjabat tangan dengan Anwar, mantan wakil perdana menterinya yang ia pecat pada 1998 dan dituduh melakukan sodomi.
Kejadian "bersejarah" itu diabadikan oleh istri Anwar, Wan Azizah Ismail, dan diunggah ke media sosial miliknya. Di dalamnya ia menulis, "Pertemuan pertama selepas 18 tahun 2 hari...sejak 3 September 1998".
3. Mobil Resmi Presiden Rusia Tabrakan, Konspirasi Membunuh Putin?
Media Rusia merilis tabrakan antara dua mobil mewah BMW dan Mercedes Bens merenggut 1 nyawa. Namun, yang mengejutkan BMW berwarna hitam itu adalah mobil resmi milik Presiden Rusia Vladimir Putin.
Untungnya, Putin sedang tidak dalam kendaraan itu tatkala dua mobil mewah saling 'adu kepala'. Demikian dilansir dari Daily Mail, Rabu 7 September 2016. Insiden terjadi pada Selasa sore waktu setempat.
CCTV memperlihatkan rekaman bagaimana Mercedes menghantam BMW di jalanan Kutuzovsky Avenue di Moskow. Keduanya datang dari arah berlawanan dan berkecepatan tinggi.
Media Rusia menyebut mobil BMW hitam tengah dikendarai sopir pribadi kesayangan Putin. Ia tewas di tempat. Kendaraan roda empat itu secara resmi didaftarkan milik Federation Council atau terkenal dengan Senat Rusia.