Antasari: Saya Berani Dihadapkan dengan Rani

Saat itu Antasari tidak mengetahui Rani adalah istri ketiga Nasrudin. Dia baru tahu saat persidangan kasus pembunuhan Nasrudin.

oleh Nila Chrisna Yulika diperbarui 01 Sep 2016, 08:03 WIB
Antasari Azhar (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar mengaku bos PT Putra Rajawali Bantaran Nasrudin Zulkarnaen tak pernah meneror dirinya sebelum kasus pembunuhan terjadi. Justru Antasari mengaku diteror oleh seorang wanita.

"Bukan Nasrudin yang teror saya, seorang wanita. Ya (Rani)," kata Antasari dalam sebuah acara bincang-bincang yang ditayangkan MetroTV, Rabu 24 Agustus 2016.

Rani Juliani adalah seorang caddy golf dan istri ketiga Nasrudin. Antasari mengakui pernah bertemu Rani di sebuah hotel. Namun, dia membantah terlibat hubungan seksual dengan Rani saat itu.

"Kenapa ketemu di hotel? Karena saya saat itu Ketua KPK tidak mungkin ketemu di tempat-tempat konsumsi publik," ujar dia.

Waktu itu, kata Antasari, Rani menghubunginya dan mengatakan, dia memiliki pesan dari bosnya untuk Antasari.

"Tapi waktu itu dia katakan 'tidak ada pesan Pak'. Saya katakan, 'lo kenapa begitu? Saya ini sibuk'. Dia bilang, 'kalau saya tidak katakan begitu Bapak tidak mau ketemu saya'," ujar Antasari menceritakan percakapannya dengan Rani.

Seharusnya, kata Antasari, Rani lah yang diperiksa polisi. Sebab, mengganggu pejabat.

Saat itu Antasari tidak mengetahui Rani adalah istri ketiga Nasrudin. Dia baru tahu saat persidangan kasus pembunuhan Nasrudin.

"Hakim tanya apa betul ada cinta segitiga, dia (Rani) diam lalu hakim tanya saya, saya bilang tidak ada," ujar Antasari.

Tapi, ketika itu Rani justru mengatakan di persidangan, Antasari naksir caddy golf itu. "Dia (Rani) katakan, 'Pak hakim kalau saya perhatikan Pak Antasari ini naksir saya'. Inikan GR namanya," ujar Antasari.

"Tidak ada cinta segitiga, omong kosong itu semua. Saya berani dihadapkan dengan yang bersangkutan sekarang ini. Omong kosong itu," imbuh Antasari.

Bukan Otak Pembunuhan

Dia pun kembali membantah terlibat pembunuhan Nasrudin. "Saya tidak melakukan pembunuhan apalagi otak, saya yakin sebagai muslim," ujar dia.

Antasari mengatakan opini yang dibangun selama ini atas dirinya adalah sebagai otak pembunuhan Nasrudin. Tuduhan itu berbeda dengan dakwaan yang dia terima.

"Opini yang dibangun tuduhannya begitu (otak pembunuhan), tetapi putusan yang saya terima itu tidak begitu. Dakwaan turut serta membunuh. Saya turut serta siapa? Masak turut serta saya sendiri? Saya ikut siapa?" ujar dia.

"Putusan yang saya terima sejak di PN, banding, kasasi itu turut serta, bukan otak," kata dia.

Antasari mengaku tahu siapa yang ingin menjatuhkan dia dengan membuat skenario pembunuhan itu. Namun, Antasari tak mau mengungkap siapa dalang dari kejatuhannya itu.

"Saya sangat tahu tetapi saya mantan Kapuspen di Jaksa Agung. Banyak hal yang saya tahu, tetapi tidak perlu saya ungkapkan ke publik," kata Antasari.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya