Banjir di Kemang, Wakapolda Bantah Ada Sabotase

Masih ada puluhan warga yang enggan dievakuasi oleh petugas dari lokasi banjir di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

oleh Hanz Jimenez Salim diperbarui 28 Agu 2016, 02:45 WIB
Banjnir di depan Tamani, Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan. (@ivanmarchius)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya, Brigjen Suntana membantah adanya sabotase yang mengakibatkan banjir di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Ada tiga jalan yang terdampak banjir, yaitu Jalan Kemang Raya, Jalan Kemang Utara, dan Jalan Kemang Dalam.

"Tidak ada (sabotase)," kata Suntana usai memantau banjir di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Minggu (28/8/2016) dini hari.

Menurut dia, banjir di Kemang disebabkan adanya tanggul yang jebol. Sehingga air dari kali Krukut meluap ke sejumlah jalan di kawasan Kemang. "Ini karena banjir ada tanggul jebol," ucap dia.

Berdasarkan pengakuan warga di sekitar Kemang, pompa air di kali Krukut tepatnya di Jalan Kemang Raya sempat tak berfungsi lantaran listrik padam sejak Sabtu 27 Agustus 2016 dini hari. Akibatnya air di kali Krukut meluber hingga ke jalan.

Menanggapi ini, Suntana mengatakan ada sejumlah pertimbangan hingga listrik di kawasan Kemang dipadamkan. Lagi-lagi ia menegaskan tidak ada sabotase dalam banjir ini.

"Karena bahaya, makanya listrik dimatikan," tandas Suntana.

Menolak Dievakuasi

Kendati banjir masih menggenang hingga dini hari ini, ia  mengatakan masih ada puluhan warga yang enggan dievakuasi oleh petugas dari lokasi banjir di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Mereka yang bertahan, kata Suntana, adalah para karyawan dan petugas keamanan yang bekerja di kafe-kafe sekitar Kemang. Selain itu, ada juga para pemilik mobil yang enggan meninggalkan kendaraannya terendam banjir. "Mereka ada yang tetap ingin tinggal di tempat atau lokasi banjir," kata Suntana.

Bagi yang masih bertahan, Suntana mengatakan pihaknya akan membantu dengan menyuplai makanan dan minuman.

"Kami akan droping makan dan minuman," ucap dia.

Sementara berdasarkan data yang diperoleh Suntana, sudah ada sekitar 100 orang lebih yang sudah dievakuasi dari lokasi banjir. Evakuasi dilakukan dengan menggunakan perahu karet milik sejumlah dinas terkait dan kepolisian.

"Sudah sekitar 100 lebih kami evakuasi," singkat dia.

Sebelumnya, akibat hujan deras yang mengguyur Jakarta pada Sabtu 27 Agustus 2016 sore, sejumlah wilayah terendam banjir. Satu diantaranya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya