Daftar 10 Negara Paling Kaya di 2016

Tiga negara Asia masuk ke dalam ranking 10 besar, sementara sisanya berasal dari Eropa dan Amerika.

oleh Vina A MulianaDiterbitkan 25 Agustus 2016, 19:42 WIB
Daftar 10 Negara Paling Kaya Tahun 2016

Liputan6.com, Jakarta - Laporan terbaru New World Wealth, lembaga penyedia analisis sektor kekayaan global, mengungkap beberapa negara paling kaya di dunia.

Penilaian ini didasari beberapa faktor seperti total kekayaan, jumlah properti, uang tunai, ekuitas dan kepentingan bisnis yang dimiliki semua individu di negara tersebut pada Juni 2016.

Tiga negara Asia masuk ke dalam ranking 10 besar, sementara sisanya berasal dari Eropa dan Amerika.

Dengan total kekayaan mencapai US$ 48,9 triliun, Amerika Serikat menempati peringkat pertama. Peringkat kedua ditempati China sementara Jepang, Inggris dan Jerman berada di peringkat selanjutnya.

China memiliki perkembangan paling signifikan selama 15 tahun terakhir. Selain China, negara lain seperti Australia dan Kanada juga menunjukkan perkembangan yang baik.

Sementara terkait kekayaan per orang, negara-negara Eropa mendominasi peringkat global, dengan Monaco berada di posisi pertama. Pada Juni 2016, rata-rata orang di Monaco, memiliki kekayaan US$ 1,6 juta, yang tertinggi di dunia.

New World Wealth menyebutkan, rata-rata kekayaan warga Monaco dapat dikaitkan dengan rezim bebas pajak di negara tersebut.

Liechtenstein, masuk dalam posisi kedua dengan kekayaan rata-rata per kapita US$ 610 ribu. Kemudian diposisi ketiga adalah Swiss, dengan kekayaan orang di US$ 284 ribu.

Berikut 10 negara paling kaya di dunia seperti dilansir dari gulfnews.com, Kamis (25/8/2016):

1. Amerika Serikat Kekayaan: US$ 48,9 triliun

2. China Kekayaan: US$ 17,4 triliun

3. Jepang Kekayaan: US$ 15,1 triliun

Inggris

4. Inggris Kekayaan: US$ 9,2 triliun

5. Jerman Kekayaan: US$ 9,1 triliun

6. Prancis Kekayaan: US$ 6,6 triliun

India

7. India Kekayaan: US$ 5,6 triliun

8. Kanada Kekayaan: US$ 4,7 triliun

9. Australia Kekayaan: US$ 4,5 triliun

10. Italia Kekayaan: US$ 4,4 triliun

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya