Aplikasi Android Berpotensi Lacak Lokasi si Pengguna

Periset menguji coba pada aplikasi Android buatannya untuk mengetahui seberapa besar potensi aplikasi dapat melacak lokasi pengguna,

oleh Corry Anestia diperbarui 13 Agu 2016, 14:15 WIB
(foto: www.techwyse.com)

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah riset mengungkap bahwa aplikasi Android dapat melacak lokasi tanpa sepengetahuan si pengguna. Lokasi dapat terlacak karena adanya sensor di dalam ponsel. 

Riset ini dilakukan oleh Guevara Noubir, Profesor di College of Computer and Information Science, beserta rekan-rekannya. 

Noubir melakukan uji coba pada aplikasi Android yang dikembangkannya, untuk mengetahui seberapa besar potensi aplikasi di dalam smartphone dapat melacak lokasi pengguna.

Ia menggunakan algoritma dengan memasukkan data dari sensor di ponselnya ke dalam peta lokasi jalan di seluruh dunia. Kemudian, Noubir mengaplikasikan alogiritma tersebut ke berbagai simulasi dan perjalanan sungguhan.

Satu perjalanan akan menghasilkan lima sampel jalur. Hasilnya, ada potensi sebesar 50 persen bahwa jalur yang dilalui adalah satu dari lima sampel jalur tersebut. 

"Dengan US$ 25 saja, siapapun bisa memasukkan aplikasi ke Google Play Store dengan mudah. Di antara mereka, mungkin ada yang memiliki niat jahat," ujar Noubir seperti dilaporkan Cellular-News, Sabtu (13/8/2016).

Biasanya, si aplikasi akan meminta izin lebih dahulu untuk mengakses informasi pribadi sebelum diunduh. Namun, sering kali pengguna tak membaca seksama tulisan "terms of use agreements". Padahal ini salah satu cara mereka untuk mengakses informasi pribadi pengguna.

Aplikasi Android menjadi rawan terhadap privasi karena memiliki akses ke sensor di dalam ponsel yang dapat mendeteksi lokasi hingga pergerakan pengguna. 

Sensor-sensor ini dapat menyediakan petunjuk apapun mulai dari rute berangkat kerja hingga di mana kamu meletakkan ponsel.

"Riset kami menyimpulkan bahwa tak perlu GPS atau WiFi untuk melacak posisi. Cukup sensor saja, tanpa perlu izin si pengguna, dapat mengetahui ke mana saja kamu pergi hingga lokasi kamu tinggal," katanya. 

Untuk mengukur efektivitas percobaan ini, periset melakukan dua tipe percobaan. Mereka mensimulasi perjalanan di 11 kota di dunia, termasuk Berlin, London, Roma, Boston, dan Atlanta. 

Mereka bahkan menyetir sendiri sejauh 1.000 kilometer ke lebih dari 70 rute di Boston, Waltham, dan Massachusetts. Pada kedua percobaan, mereka mengukur dan mengumpulkan data yang diperoleh dari perubahan posisi ponsel.

"Artinya, pola perjalanan kamu dapat terdeteksi dari aplikasi Android. Sedikit tambahan informasi saja dapat digunakan untuk mendeteksi lokasi dan data pribadi kamu lainnya," tambahnya.

Ia menyarankan untuk meng-uninstall aplikasi yang jarang digunakan. Jangan biarkan aplikasi di ponsel kamu berjalan (running) terlalu lama.

(Cas/Ysl)

EVENT SPESIAL PESTA BEAT LIVE STREAMING 8 KOTA

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya