Jenuh Beli Bikin IHSG Parkir di Zona Merah

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham melemah kecuali sektor saham barang konsumsi, konstruksi, perdagangan dan manufaktur.

oleh Arthur Gideon diperbarui 11 Agu 2016, 16:21 WIB
Pengunjung melintasi layar di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/6). Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan Senin (27/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak mampu bertahan di zona hijau pada perdagangan Kamis pekan ini. Di akhir perdagangan, IHSG parkir di zona negatif.

Pada penutupan perdagangan saham, Kamis (11/8/2016), IHSG melemah tipis 4,86 poin atau 0,09 persen ke level 5.419,08. Indeks saham LQ45 merosot 0,22 persen ke level 929,13. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan kecuali indeks saham DBX yang naik 0,19 persen.

Ada sebanyak 132 saham menghijau namun tak mampu membuat IHSG berakhir di zona hijau. Sedangkan 174 saham melemah sehingga menekan IHSG ke zona merah dan 112 saham lainnya diam di tempat.

Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG sempat sentuh level tertinggi 5.455,80 dan terendah 5.397,31. Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 344.245 kali dengan volume perdagangan 10,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 7,8 triliun.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham melemah kecuali sektor saham barang konsumsi, konstruksi, perdagangan dan manufaktur.

Sedangkan sektor yang membukukan pelemahan tertinggi adalah pertambangan yang melemah 1,56 persen dan disusul oleh sektor industri dasar yang turun 0,93 persen.

Saham-saham yang mencatatkan penguatan terbesar antara lain saham POOL naik 25 persen ke level Rp 5.950 per saham, saham LMSH menanjak 24,59 persen ke level Rp 760 per saham dan saham KBLV menguat 24,54 persen ke level Rp 2.030 per saham.

Sedangkan saham-saham tertekan antara lain saham CASS turun 10 persen ke level Rp 900 per saham, saham LPPS merosot 9,43 persen ke level Rp 144 per saham, dan saham FORU turun 9,40 persen ke level Rp 530 per saham.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo menjelaskan, IHSG ditutup melemah setelah sejak awal perdagangan berada di zona hijau karena memang pasar telah jenuh beli. "Jadi orang buang sekarang," jelas dia.

IHSG masih berpotensi untuk kembali naik ke depannya meskipun kenaikan yang terjadi mungkin cukup tipis. Pelaku pasar menunggu sentimen baru untuk bisa kembali bergerak. (Gdn/Nrm)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya