6 Startup Indonesia Selesai Menempa Ilmu di Silicon Valley

enam startup asal Indonesia berkesempatan mengikuti program Google Launchpad Accelerator gelombang kedua yang diadakan oleh Google.

oleh Agustinus Mario Damar diperbarui 10 Agu 2016, 08:46 WIB
Peserta Launchpad Accelerator Google. (Liputan6.com/ Agustinus Mario Damar)

Liputan6.com, Jakarta - Seperti diwartakan sebelumnya, enam startup asal Indonesia berkesempatan mengikuti program Google Launchpad Accelerator gelombang kedua.

Adalah HijUp, Talenta, Jarvis Store, Ruangguru, IDNtimes, dan CodaShop adalah startup yang bergabung dengan total 24 startup dari India, Meksiko, dan Brazil yang juga ikut dalam program tersebut.

Menurut Erica Hanson, Developer Relations Program Manager, South East Asia Google lewat program ini para startup tersebut akan mendapat bimbingan dan juga menjalani kamp pelatihan di Mountain View, Amerika Serikat.

"Di sana, startup ini mendapat bimbingan pribadi mulai dari mengenai berbagai hal dari masing-masing mentor dalam kamp pelatihan yang dilakukan selama 2 minggu," ujarnya saat gelaran Google for Indonesia di Jakarta, Selasa (9/8/2016).

Pada kesempatan yang sama, VP Developer Product Group Google, Ben Galbraith menuturkan program ini sekaligus menegaskan komitmen Google untuk membantu dan mendorong pertumbuhan startup di Indonesia.

"Google membuka kesempatan developers Indonesia untuk pasar dunia," ucapnya. Untuk itu, Google juga menghadirkan peralatan dan program terbaru untuk pengembang Indonesia.

Salah seorang peserta boot camp, Diajeng Lestari Soekotjo, Founder dan CEO HijUp, menuturkan selama pelatihan dirinya bisa mengenal banyak startup yang menginspirasi baik dari dalam dan luar negeri.

Bahkan, Frianto Moerdowo, Founder dan CEO Jarvis Store menuturkan pengalaman berkunjung ke Amerika Serikat, tepatnya Silicon Valley diibaratkan seperti perjalanan naik haji bagi pelaku startup. "Kalau bagi umat Muslim ibadah naik haji ke Mekkah, tapi bisa dibilang naik hajinya startup itu ke Silicon Valley," ujarnya.

Selain mengikuti kamp pelatihan, para peserta program ini juga mendapat pendanaan bebas ekuitas sebesar US$ 50 ribu. Tak hanya itu, sekembalinya ke Indonesia tiap startup akan mendapat mentoring selama enam bulan sekaligus akses ke alat dan sumber daya Google.

Sebagai informasi, Google Launchpad Accelerator sendiri merupakan upaya Google memajukan startup di Indonesia dengan mengirim startup dengan kriteria tertentu untuk belajar dan mengikuti pelatihan di markas Google di Mountain View, California.

Ini adalah program kedua yang dilaksanakan perusahaan tersebut untuk startup Indonesia. Sebelumnya, sudah ada delapan startup yang mengikuti kelas pertama program tersebut, yakni HarukaEdu, Kerjabilitas, Setipe, Jojonomic, Kurio, eFishery, Seekmi dan Kakatu.

Rencananya, program ini akan kembali hadir pada 2017. Namun, waktu pelaksanaannya sampai saat ini belum dapat dipastikan.

(Dam/Ysl)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya