Cegah Penyakit Tidak Menular dengan Gerakan Masyarakat Sehat

Menteri Kesehatan Nila Moeleok mengatakan tren kematian akibat PTM meningkat dari 37 persen pada 1990 menjadi 57 persen pada 2015.

oleh Tassa Marita Fitradayanti diperbarui 09 Agu 2016, 16:00 WIB
Menkes, Nila F Moeloek memberikan keterangan pers terkait vaksin palsu di Jakarta, Selasa (19/7). Pemerintah melalui Kemenkes tengah memberikan vaksinasi atau imunisasi ulang bagi anak yang terindikasi terpapar vaksin palsu. (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Liputan6.com, Jakarta Tingginya kasus Penyakit Tidak Menular (PTM) kian mengkhawatirkan. Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan, tren kematian akibat PTM meningkat dari 37 persen pada 1990 menjadi 57 persen pada 2015.

Tren ini dapat berlanjut seiring dengan perubahan perilaku hidup, seperti pola makan dengan gizi tidak seimbang, kurang aktivitas fisik, merokok, dan lain-lain," ujar Menkes di sela-sela acara talkshow membahas upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular (PTM), di Kuningan, Jakarta, Selasa (9/8/2016).

Untuk menekan PTM, Kementerian Kesehatan lantas mencanangkan Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS) sebagai upaya promotif dan preventif, dengan cara menerapkan perilaku sehat di masyarakat.

"Langkah ini merupakan intervensi yang lebih murah dan efektif bila dibandingkan dengan upaya pengobatan setelah timbulnya penyakit," kata Menkes.

Karena itu, perlu dukungan kebijakan dari pemerintah daerah dalam mencegah dan mengendalikan PTM serta faktor risikonya, dalam upaya mendorong perubahan perilaku masyarakat untuk hidup sehat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya