Cegah Virus Mers, Menkes Nila Minta Jemaah Haji Hindari Unta

Nila mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi untuk memperhatikan penyebaran virus Mers.

oleh Liputan6 diperbarui 09 Agu 2016, 08:45 WIB
Menkes Nila Moeloek mengikuti raker dengan Komisi IX di Jakarta, Senin (15/2). Rapat membahas Laporan dan Penjelasan Kemenkes RI mengenai Evaluasi atas Pelaksanaan JKN - KIS oleh BPJS Kesehatan Tahun 2015 serta isu-isu terkini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan Nila Moeloek meminta kepada jemaah haji Indonesia tetap menjaga kebersihan di Tanah Suci. Mereka diimbau tidak mendekati unta untuk menghindari virus Mers.

"Pertama kami meminta jemaah haji untuk jaga kebersihan. Kami meminta jemaah haji untuk tidak mendekati unta. Hal ini karena penularan diduga berasal air liur unta. Dan jangan minum susu mentah unta," kata Nila di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur,  Selasa (9/8/2016).

Dia mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi untuk memperhatikan penyebaran virus Mers.

"Kami sudah menemui Menteri Kesehatan Arab Saudi mengenai virus Mers. Kami meminta kepada Menteri Kesehatan Arab Saudi untuk kiranya diperhatikan. Beliau (Menkes Arab Saudi) juga memperhatikan virus mers ini," ucap dia.

30 Ribu ekor unta mengikuti kontes kencantikan di Uni Emirat Arab.

Sedangkan untuk menjaga kesehatan jemaah haji saat ibadah di Arab Saudi, pihaknya juga menyiapkan balai pengobatan.

"Kami juga mempersiapkan balai pengobatan. Kami juga kerja sama dengan rumah sakit Arab Saudi," ujar Nila.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin juga mengingatkan kepada jemaah haji untuk menjaga kesehatan selama menunaikan ibadah di Tanah Suci. Apalagi diperkirakan cuaca di Arab Saudi pada bulan ini lebih panas.

"Ya tentu yang penting adalah tetap menjaga kondisi kesehatan. Karena kesehatan itu syarat mutlak bagi jemaah haji untuk bisa menjalankan ibadah. Harus disadari tentu kondisi tanah suci berbeda dengan kondisi di Tanah Air. Tidak hanya cuaca yang lebih panas, tapi juga budaya dan kebiasaan masyarakat di sana," kata Lukman Hakim Saifuddin di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya