Mendikbud Minta Siswa Tak Khawatir Sekolah Sehari Penuh

Muhadjir mengaku paham betul, tidak ada siswa yang kuat belajar di dalam kelas sejak pagi hingga sore.

oleh Ahmad Romadoni diperbarui 08 Agu 2016, 14:40 WIB
Seorang anak menguap ketika upacara pada hari pertama sekolah di SDN Pasar Baru 05, Jakarta, Senin (18/7). Usai libur Idul Fitri, para siswa kembali beraktivitas mengikuti pelajaran di sekolah untuk tahun ajaran 2015-2016. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy tengah menggodok wacana penerapan sistem sekolah sehari penuh atau full day school. Sementara saat ini, kata Muhadjir, segala sesuatunya sedang dipersiapkan agar sistem baru ini bisa berjalan.

Muhadjir mengatakan, siswa tidak perlu khawatir dengan sistem baru ini. Meski harus pulang lebih lama, yakni pukul 17.00 WIB siswa tidak akan sepenuhnya belajar di kelas.

"Nanti kita ubah jadi betul-betul sehari penuh ada proses pembelajaran baik di kelas maupun di luar kelas. Jadi tidak sepenuhnya ada di dalam kelas," kata Muhadjir di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (8/8/2016).

Muhadjir mengaku paham betul, tidak ada siswa yang kuat belajar di dalam kelas sejak pagi hingga sore. Sekolah bisa memanfaatkan waktu belajar di luar kelas untuk diisi dengan berbagai kegiatan yang bisa menggali minat siswa.

"Yang mau meningkatkan ngajinya ya panggil aja ustaz kan tidak usah kita kursus ke luar. Yang bahasa Inggris juga gitu, kita panggil mentor bahasa Inggris," lanjut dia.

Muhadjir ingin sekolah tidak lagi menjadi momok menyeramkan bagi siswa. Sekolah harus menjadi salah satu tempat favorit anak yang menyenangkan, meski saat belajar.

"Jadi suasana akan lebih menggembirakanlah. Kita ingin menciptakan sekolah yang menggembirakan," pungkas Muhadjir.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya