Liputan6.com, Jakarta Musim moge entry level mulai bersemi. Minggu lalu, Honda CBR250RR jadi buah bibir. Minggu ini moge keluaran BMW yang mungkin membunuh moge Jepang hingar bingar di kanal ini. Itulah berita popular sepanjang siang ini.
Dua lainnya soal tips mengetahui kondisi mesin dengan hanya melihatnya dari fisik busi. Dan cerita lagi masih dari Calya dan Sigra. Berikut ringkasannya:
1. Motor Murah BMW `Pembunuh` Moge Jepang di Indonesia?
BMW G310R akan diperkenalkan ke publik Tanah Air lewat pintu Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016 pekan depan. Sebagai motor bermesin paling kecil di keluarga BMW Motorrad, kehadiran motor entry level ini dipercaya mampu mengganggu pasar moge Jepang.
Menanggapi hal itu, CEO BMW Motorrad Indonesia Joe Frans menegaskan bahwa BMW memang tergolong merek yang bermain di segmen motor gede (moge). Sehingga hadirnya G310R, yang merupakan hasil kolaborasi dengan TVS jadi momentum mereka bermain di pasar motor bermesin kecil. Selengkapnya baca di sini.
2. Cek Busi, Lihat Warnanya untuk Baca Kondisi Mesin
Jakarta Busi adalah komponen penting dalam sebuah sepeda motor. Fungsinya menghasilkan bunga api yang digunakan untuk membakar campuran bahan bakar dan udara di ruang bakar.
Selain fungsi itu, busi juga ternyata dapat mencerminkan kondisi mesin motor. Ini bisa dilihat melalui warna lempeng elektroda pada besi. Selengkapnya baca di sini.
3. Cerita di Balik Lahirnya Toyota Calya dan Daihatsu Sigra
Produk kolaborasi antara Toyota dan Daihatsu yang keempat akhirnya diperkenalkan hari ini (2/8/2016). Keduanya resmi mengusung nama Toyota Calya dan Daihatsu Sigra.
Mobil ini punya citarasa lokal yang kuat. Misalnya, asal nama Calya dan Sigra diambil dari bahasa Sansakerta, yang merupakan bahasa dominan di Nusantara di era kerajaan Hindu seperti Kutai dan Tarumanegara. Dijelaskan, Calya berarti 'sempurna', sementara Sigra artinya 'respons yang cepat'. Selengkapnya baca di sini.
Advertisement