Polisi Mulai Jaga Ketat Pintu Kedatangan Jenazah Terpidana Mati

Sejumlah petugas kepolisian terlihat mulai berjaga di depan pintu dermaga yang menghadap langsung ke Pulau Nusakambangan.

oleh Hanz Jimenez Salim diperbarui 29 Jul 2016, 01:18 WIB
Kesibukan terlihat dari kian banyaknya mobil lalu lalang dari dan ke Dermaga Wijayapura.

Liputan6.com, Jakarta - Hujan deras yang mendadak turun jelang detik-detik eksekusi mati jilid III di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat dini hari belum memperlihatkan tanda-tanda akan reda. Namun, kesibukan mulai terlihat di kawasan Dermaga Wijayapura, Jumat (29/7/2016) dini hari.

Sejumlah petugas kepolisian terlihat mulai berjaga di depan pintu dermaga yang menghadap langsung ke Pulau Nusakambangan. Jika ada kapal yang merapat di dermaga ini, dipastikan pintu dermaga akan dibuka, apalagi jika kapal itu membawa kendaraan seperti mobil.

Lama perjalanan dari Dermaga Wijayapura ke Dermaga Sodong, Pulau Nusakambangan sekitar 25 menit. Sehingga besar kemungkinan kesibukan di depan pintu Dermaga Wijayapura tak lain untuk menyambut kedatangan jenazah 14 terpidana mati yang dieksekusi dini hari tadi.

Kendati hujan belum berhenti, warga yang menanti kedatangan jenazah para terpidana mati tak kunjung beranjak. Mereka mengaku penasaran dengan eksekusi yang berlangsung di tengah cuaca yang tak bersahabat.

"Ini rasanya lebih seram dari tahun kemarin, soalnya hujan. Sudah gitu geledeknya suaranya besar banget. Jadi bikin tambah seram," kata warga bernama Erna di Dermaga Wijayapura, Cilacap, Kamis (28/7/2016) tengah malam.

Dia pun mengajak bercerita lebih dalam. Mengingat malam ini adalah malam Jumat kliwon. Sebagian warga percaya, ada penunggu yang menaungi Pulau Nusakambangan.

"Pengin tahu saja bagaimana, walaupun cuma bisa sampai sini. Tapi sampai sini saja udah seram, ditambah ini juga malam Jumat kliwon. Udah gitu cuacanya juga kayak gini tambah seram rasanya," Erna menerangkan.

Sementara itu, warga lainnya, Afif (48) mengaku telah beberapa kali datang ke tempat tersebut untuk melihat jenazah terpidana mati keluar setelah dieksekusi. Dia mengatakan tahun ini suasananya memang lebih terasa menyeramkan karena guntur terus bergemuruh, cahaya kilat juga terus berkelip.

"Lain dari tahun kemarin. Lebih serem kayaknya, hujan gede gini," ucap dia.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya