Pelaku Ledakan Jerman Bersumpah Setia pada ISIS

ISIS juga mengklaim bahwa pelaku bom bunuh diri Ansbach merupakan militannya.

oleh Citra Dewi diperbarui 26 Jul 2016, 13:08 WIB
Polisi mengamankan tempat terjadinya ledakan di Ansbach, Jerman (Reuters)

Liputan6.com, Ansbach - Sebuah ledakan terjadi di sebuah bar yang berlokasi Ansbach, Jerman, pada pukul 22.12, Minggu 24 Juli 2016 waktu setempat. Akibat peristiwa itu, pelaku bom bunuh diri tewas dan 15 lainnya terluka.

Tempat terjadinya ledakan berlokasi di dekat sebuah festival musik yang dihadiri setidaknya 2.000 orang.

Penjaga keamanan di pintu festival menyebut, ada seorang pria yang mengenakan ransel mencoba masuk. Ia kemudian berbalik arah dan masuk ke bar. Tak lama setelah itu, terdengar suara ledakan.

Sementara itu menurut Reporter 24, pekerja darurat melaporkan bahwa ledakan berasal dari sebuah ransel.

Pejabat tinggi keamanan Bavaria mengatakan, pelaku ledakan Ansbach merupakan seorang pria berusia 27 tahun asal Suriah. Menurut informasi dari konferensi pers, pelaku telah tinggal di Jerman selama dua tahun.

Menteri Dalam Negeri Bavaria, Joachim Herrmaan mengatakan, pelaku bom bunuh diri meninggalkan video di dalam ponselnya berisi saat ia berjanji setia kepada pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi.

Klaim Anggota ISIS

Menurut pernyataan yang diposting secara online oleh media ISIS, Amaq, pada Senin 26 Juli 2016, mengklaim bahwa bomber Ansbach merupakan militan kelompok teror tersebut.

Namun, hingga kini belum ada bukti yang menunjukkan bomber pernah berhubungan dengan ISIS atau mendapat arahan untuk melakukan serangan.

Dalam video tersebut, pria 27 tahun itu mengumumkan ancamannya untuk melakukan serangan. Hal itu dilakukannya sebagai tindakan balas dendam terhadap Jerman karena dianggap telah menghalangi Islam.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya