Nikahi Sesama Perempuan, Ini Kisah Cinta Terlarang dari Boyolali

Pengungkapan bermula dari kecurigaan korban yang kerap ditolak berhubungan badan dengan pelaku.

oleh Fajar Abrori diperbarui 16 Jul 2016, 11:12 WIB
Ilustrasi; komputer ini bisa ketahui kelangsungan sebuah pernikahan (sumber: http://capitalchoicecounselling.com)

Liputan6.com, Boyolali - Pernikahan sejenis terungkap di Boyolali, Jawa Tengah. Pernikahan tersebut terbongkar karena sang istri Heniyati(25) merasa ditipu oleh 'suaminya', Muhamad Efendi Saputra yang tak lain adalah perempuan dan bernama asli Suwarti (40).

Suwarti menceritakan perkenalan awalnya dengan Heniyati melalui telepon. Saat itu, ia mencoba mengacak nomor telepon dan ternyata tersambung dengan nomor telepon seluler milik Heniyati. Perkenalan tersebut berlangsung lama saat korban masih duduk di bangku SMA.

"Dulu kenalnya juga cuma ngacak nomor telepon dan ketemu nomor handphone Heni. Setelah itu ya sering komunikasi telepon-teleponan maupun kirim SMS. Saat itu Heni masih duduk kelas 2 SMA," kata dia ketika ditemui di Mapolres Boyolali, Jumat (15/7/2016).

Selama kenal dengan Heniyati, Suwarti mengaku sering curhat dan merasa klop. Bahkan, sejak itu rasa sayang dan cinta terhadap Heniyati pun muncul‎. Lantas, mereka pun meningkatkan hubungan dari pertemanan menjadi pacaran. Hubungan itu bisa terjalin karena sejak pertama kali perkenalan, Suwarti mengaku kepada Heniyati jika dirinya seorang pria.

"Saya sejak awal memang mengaku laki-laki dan bernama Efendi Saputra. Setelah menjalin hubungan, kami sering putus nyambung pacaran selama beberapa tahun," tutur dia.


(Edhie Prayitno Ige/Liputan6.com)

Setelah merasa cocok, Suwarti mengatakan kalau dirinya memutuskan untuk menikah dengan Heniyati. Untuk mengurus syarat-syarat untuk pernikahan, dirinya pun memalsukan kartu identitas KTP dengan nama Muhammad Efendi Saputra dan berjenis kelamin laki-laki.

"Saya tahunya dah jadi dapat KTP palsu itu. Saya bayar Rp 250 ribu kepada orang dan tahu-tahu sudah jadi. Saya menikahi Heniyati di KUA Karanggede tetapi kapan pastinya saya lupa," tutur Suwarti.

Setelah menikah, mereka berdua memutuskan untuk tinggal serumah. Hanya saja, berdasarkan pengakuan Suwarti, dirinya selalu menghindari jika diajak untuk berhubungan layaknya pasangan suami-istri oleh Heniyati.

"Selama saya nikah dengan Heni, saya selalu menghindari dan menolak untuk berhubungan intim," kata dia.

Sebab penolakan tersebut membuat Suwarti dicurigai istrinya. Puncaknya, setelah dirinya pulang dari Jakarta beberapa waktu lalu, ketika mandi di rumah. Tiba-tiba Heni mengambil dompetnya di saku celana untuk mencari KTP.

"Informasinya identitas saya terbongkar kalau perempuan setelah Heni buka KTP saya di dompet yang diambilnya saat ditinggal mandi," ujar Suwarti.

setelah kedoknya terbongkar, pihak keluarga Heniyati tidak terima dan melaporkannya kepada kepolisian. Kemudian, pada hari Rabu lalu Suwarti langsung ditangkap untuk dilakukan penyidikan terkait kasus pemalsuan identitas dan penipuan.

"Suwarti diamankan karena diduga telah melakukan penipuan dan pemalsuan surat dengan dijerat pasal 378 dan atau 263 ayat 1,2 dan atau 264 ayat 2 dan atau 266 ayat 1,2 dan atau pasal 279 KUHP," kata Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Muhamad Kariri.

Berdasarkan pemeriksaan awal, kata Kariri, Suwarti melakukan tindakan ini karena dilatarbelakangi oleh traum atau kekecewaan terhadap biduk rumahtangganya. Pasalnya, sebelum mengaku sebagai laki-laki dan menikahi Heniyati, Suwarti telah berkeluarga dengan memiliki seorang suami dan satu anak.

"‎Suwarti itu pisah ranjang dengan suaminya sudah lama. Tersangka juga sudah punya anak yang sudah berusia 17 tahun. Nah, karena masalah itu si tersangka sering curhat dengan Heniyati yang akhirnya mulai suka dan sayang dengan korban," ungkap Kariri.

Menurut Kariri, pernikahan sejenis itu terbongkar setelah mereka nikah sekitar tujuh bulan lebih. Mereka berdua menikah pada bulan Oktober 2015 dan terbongkar Juli ini.

"Kan dilaporkan baru hari Rabu kemarin. Kita masih melakukan penyidikan terkait kasus ini untuk mengungkap soal pemalsuan identitas. Nanti akan panggil para saksi," kata Kariri.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya