Liputan6.com, Teheran: Ulama Besar Iran Ayatullah Hussein Ali Montazeri berumur 87 tahun meninggal di rumahnya, di Kota Suci Syiah Qom Sabtu (19/12). Putra Hussein Ali Montazeri, Ahmad secara tidak resmi mengatakan ayahnya meninggal karena sakit, seperti dikutip CNN dari kantor berita Iran ILNA.
Hussein Ali Montazeri merupakan salah satu ulama yang mengkritik secara terbuka pemilihan presiden Juni lalu. Dalam situsnya, Montazeri menyatakan protes jalanan paska kisruh pemilihan Presiden sebagai tantangan "legitimasi penting bagi Republik Islam Iran".
Montazeri mengatakan bahwa Revolusi Islam Iran telah tersesat dan Otoriterianisme tidak akan pernah bertahan lama. Pemerintah harus memberikan kebebasan bagi rakyatnya atau mereka akan disingkirkan. Sebelumnya Montazeri juga mengkritik proses pemilihan parlemen Iran tahun 2004, karena mendukung calon Reformis.
Montazeri sebelumnya pernah menjadi calon pengganti Ayatollah Ruhollah Khoemeini. Ayatollah Ruhollah Khoemeini merupakan arsitek revolusi Islam Iran tahun 1979 dan berperan penting dalam merancang konstitusi Iran. Namun ia tersingkir oleh Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran saat ini. Tahun 1997 Montazeri menjadi tahanan rumah tetapi ia tetap diperkenankan menggunakan gelarnya.(AYB)
Hussein Ali Montazeri merupakan salah satu ulama yang mengkritik secara terbuka pemilihan presiden Juni lalu. Dalam situsnya, Montazeri menyatakan protes jalanan paska kisruh pemilihan Presiden sebagai tantangan "legitimasi penting bagi Republik Islam Iran".
Montazeri mengatakan bahwa Revolusi Islam Iran telah tersesat dan Otoriterianisme tidak akan pernah bertahan lama. Pemerintah harus memberikan kebebasan bagi rakyatnya atau mereka akan disingkirkan. Sebelumnya Montazeri juga mengkritik proses pemilihan parlemen Iran tahun 2004, karena mendukung calon Reformis.
Montazeri sebelumnya pernah menjadi calon pengganti Ayatollah Ruhollah Khoemeini. Ayatollah Ruhollah Khoemeini merupakan arsitek revolusi Islam Iran tahun 1979 dan berperan penting dalam merancang konstitusi Iran. Namun ia tersingkir oleh Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran saat ini. Tahun 1997 Montazeri menjadi tahanan rumah tetapi ia tetap diperkenankan menggunakan gelarnya.(AYB)