Menteri Anies Imbau Orangtua Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

Gerakan mengantar anak ke sekolah di hari pertama merupakan cara orangtua dan pihak sekolah untuk saling membangun komunikasi.

oleh Nanda Perdana Putra diperbarui 11 Jul 2016, 18:01 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan. (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)

Liputan6.com, Jakarta Tahun ajaran baru pendidikan sekolah 2016-2017 dimulai pada 18 Juli. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berupaya menggencarkan tradisi yang banyak ditinggalkan para orangtua, yakni mengantar anak ke sekolah.

"Orangtua dan sekolah itu keduanya institusi pendidikan. Kemitraan ini harus kuat. Hari pertama itu awal perjalanan panjang baik SD, SMP, SMA, SMK bagi anak. Karena sepertiga harinya anak di sekolah," tutur Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan di Kantor Kemendikbud, Jakarta Selatan, Senin (11/7/2016).

Bagi Anies, gerakan mengantar anak ke sekolah di hari pertama merupakan cara orangtua dan pihak sekolah untuk saling membangun komunikasi. Dengan begitu, orangtua pun dapat dengan sepenuhnya mempercayakan si anak kepada lingkungan sekolah.

"Jadi bukan melepas di gerbang. Tapi kita ingin mereka interaksi dengan guru, kepala sekolah, wali kelas," jelas dia.

Bagi pihak sekolah, dia melanjutkan, ketika bertemu dengan orangtua, siswa harus aktif berkomunikasi. Termasuk meminta sejumlah informasi yang dapat menjadi masukan mereka dalam mendapatkan rasa percaya orangtua terhadap mereka selaku pengajar.

"Untuk guru kita ingin mereka menyambut orangtua. Kenalan, minta kontak informasi, jelaskan rencana pembelajaran di sekolah ke depan. Minta masukannya dan minta jelaskan hal yang harus diperhatikan untuk anak bapak ibu itu," ujar Anies.

Dia menambahkan, adanya orangtua yang menyempatkan diri datang ke sekolah bersama sang anak, tentu akan menjadi pengalaman yang berkesan. Anak akan bertambah rasa percaya diri dan orangtua juga dapat melihat bagaimana lingkungan sekolah maupun kelas yang akan ditempati si anak.

"Hari pertama menjadi momen penting kedua institusi ini berinteraksi. Tentunya akan menjadi pengalaman berkesan bagi si anak. Mari buat pengalaman yang berkesan bagi anak-anak kita. Diantar ke sekolah," terang Anies.

Ia pun berharap kepada perusahaan untuk memberikan sedikit ruang bagi para orangtua dengan mengizinkan mereka mengantar anak ke sekolah sebelum nantinya kembali bekerja.

"Saya juga minta kepada institusi agar mengizinkan orangtua mengantar anak ke sekolah dulu. Setelah itu mereka baru berangkat kerja," Anies memungkas.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya