Liputan6.com, Timika: Kelangkaan BBM jenis premium dan solar sejak dua pekan terakhir di Kota Timika, Papua, makin parah. Semua SPBU yang masih memiliki stok diserbu konsumen. Parahnya lagi, warga yang hendak membeli dengan jeriken juga tidak mau kalah. Tidak adanya aturan yang tegas dari pihak SPBU menambah parah antrean.
Menurut pihak Pertamina, kelangkaan disebabkan terlambatnya pasokan dari Depo Pertamina yang ada di Makassar. Kapal tanker yang membawa BBM masih terhambat cuaca buruk di laut Arafuru. Apabila cuaca membaik, pasokan akan kembali normal.
Warga Timika khawatir kelangkaan BBM ini terjadi hingga menjelang Natal. Kalau itu terjadi, dipastikan aktivitas warga akan terganggu. Namun, Pertamina berjanji pasokan kembali normal pekan depan, setelah kapal tanker dapat merapat di Timika.(ADO/YUS)
Menurut pihak Pertamina, kelangkaan disebabkan terlambatnya pasokan dari Depo Pertamina yang ada di Makassar. Kapal tanker yang membawa BBM masih terhambat cuaca buruk di laut Arafuru. Apabila cuaca membaik, pasokan akan kembali normal.
Warga Timika khawatir kelangkaan BBM ini terjadi hingga menjelang Natal. Kalau itu terjadi, dipastikan aktivitas warga akan terganggu. Namun, Pertamina berjanji pasokan kembali normal pekan depan, setelah kapal tanker dapat merapat di Timika.(ADO/YUS)