KM Marina Bay Nyaris Terbalik di Perairan Manado

Suasana di atas KM Marina Bay mencekam. Lampu mati total dan kemudi kapal tidak berfungsi baik.

oleh Yoseph Ikanubun diperbarui 21 Jun 2016, 12:41 WIB
Evakuasi penumpang KM Marina Bay yang hampir terbali di perairan Manado, Senin malam, 20 Juni 2016. (Liputan6.com/Yoseph Ikanubun)

Liputan6.com, Manado - Cuaca ekstrem yang melanda perairan Manado nyaris memakan korban. Kapal Motor (KM) Marina Bay yang hendak berlayar dari pelabuhan Manado menuju Tagulandang dan Siau, Kabupaten Sitaro, Sulut, hampir terbalik pada Senin malam, 20 Juni 2016.

Informasi yang diperoleh dari beberapa penumpang menyebutkan, kejadian bermula ketika kapal dengan warna lambung merah itu keluar dari area pelabuhan Manado untuk berlayar ke Tagulandang dan Siau, Kabupaten Sitaro, Sulut. Saat beranjak dari pelabuhan, tiba-tiba kapal oleng dan lampu di atas kapal padam.

"Tak sampai di situ, dalam kondisi tersebut dikabarkan kemudi kapal tidak berfungsi baik sehingga proses olah gerak kapal mengalami gangguan," ujar salah satu penumpang, Fidel Malumbut, kepada Liputan6.com, Senin malam 20 Juni 2016.

Kondisi itu membuat panik para penumpang yang sejak sore memadati kapal milik salah satu pengusaha asal Tagulandang itu. "Kepanikan juga diperparah dengan adanya suara histeris penumpang yang kocar-kacir," kata Fidel.

Penumpang lainnya, Deby Malohing mengungkapkan, sekitar 15 menit perjalanan, KM Marina Bay seketika berjalan miring. "Memang suasana tambah mencekam waktu lampu padam. Penumpang lari sana sini membuat kapal bertambah miring," ujar Deby.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Seluruh penumpang KM Marina Bay berhasil dievakuasi setelah kapal kembali bersandar di pelabuhan.

Pihak manajemen kapal langsung mengupayakan proses pengembalian uang tiket seluruh penumpang sembari memberikan fasilitas berupa makan malam bagi seluruh penumpang.

Cuaca buruk juga menghantui warga Kabupaten Kepulauan Sangihe. Gelombang laut di daerah itu mencapai enam meter dan tanah longsor di Kampung Kolongan Akembawi. Tidak ada korban jiwa tetapi kerugian materi cukup besar akibat peristiwa itu.

Terkait kondisi ini, peringatan dini telah dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Utara tentang hujan disertai angin kencang di sejumlah wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga menyampaikan hal yang sama.

Seperti disampaikan Kepala BPBD Sulawesi Utara Noldy Liow

"Warga Manado harus waspada karena berpotensi banjir dan longsor. Hujan deras sejak Senin kemarin hingga Selasa hari ini masih terjadi," ujar Noldy.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya