Kemenhub Tarik Kembali Menara Portabel di Terminal 3 Ultimate

Mobile tower atau menara portabel tersebut dipasang untuk mensiasati blank spot hasil temuan dari Kemenhub.

oleh Pramita Tristiawati diperbarui 21 Jun 2016, 08:25 WIB
Suasana proyek Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, (8/6). Angkasa Pura II (Persero) berencana mengoperasikan terminal 3 ultimate Bandara Internasional Soetta pada 20 Juni 2016 alias 12 hari dari sekarang. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Tangerang - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menarik kembali mobile tower atau menara portabel yang terpasang di apron terminal 3 ultimate Bandara Soekarno Hatta. Padahal alat itu belum genap sepekan terpasang.

Sebelumnya alat tersebut telah disewakan kepada PT Angkasa Pura II untuk mensiasati blank spot hasil temuan dari Kemenhub.

Mobile tower tersebut ditarik oleh Kemenhub pada Senin 20 Juni 2016 sore. Manajer Program PT Angkasa Pura II, Doddy Dewayanto mengatakan, pihaknya tidak mengetahui secara pasti apa penyebab pihak Kemenhub membawa kembali alat tersebut.

"Benar telah diambil kembali alat yang telah kami sewa sejak 17 Juni 2016 lalu," ujar dia.

Padahal alat tersebut tengah dilakukan penyesuaian oleh pihaknya dengan AirNav.  Hal tersebut lantaran, adanya temuan Kemenhub atas blank spot di terminal 3 ultimate sehingga tidak terpantau oleh menara Air Traffic Controller (ATC).

Doddy mengatakan, sebenarnya apron tersebut telah beroperasi sejak 2014 lalu, sejak terminal 3 dioperasikan. "Bisa dilihat sendiri, pesawat bolak-balik di apron, itu karena kami juga telah memasang CCTV yang membuat petugas ATC dapat melihat langsung kondisi apron," ujar dia.
 
Sementara itu, salah seorang petugas dari Kemenhub Suwandi Simanjuntak mengatakan, pihaknya hanya bertugas untuk mengambil kembali alat yang telah disewakan kepada PT Angkasa Pura II itu.

"Suratnya sudah ada, walau pun kita institusi kita penyedia, kalau mau pinjam lagi, kita pinjamkan lagi. Tapi lengkapnya silahkan tanya ke Senior General Manajer Bandara Soekarno-Hatta saja," ujar Suwandi. (Pramita T/Ahm)
 
 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya