Donald Trump Bikin Apple Ogah Dukung Konvensi Nasional Republik?

Apple dilaporkan menolak memberikan dukungan untuk Konvensi Nasional Partai Republik pada bulan depan.

oleh Andina Librianty diperbarui 21 Jun 2016, 12:19 WIB
Calon presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump saat berkampanye di Mar-A-Lago Resort di Palm Beach, Florida (REUTERS/Joe Skipper)

Liputan6.com, Jakarta - Sengketa yang terjadi beberapa waktu lalu antara kandidat calon presiden Amerika Serikat (AS) asal Partai Republik, Donald Trump, dan Apple tampaknya berbuntut panjang. Apple dilaporkan menolak memberikan dukungan untuk Konvensi Nasional Republik pada bulan depan.

Penolakan Apple tersebut artinya tidak akan ada produk-produk Apple yang digunakan oleh para staf konvensi Grand Old Party (GOP) -nama lain Partai Republik.

Biasanya, Apple menyumbangkan beberapa produknya atau uang tunai untuk acara tersebut. Tapi karena Apple disebut tidak senang dengan komentar Trump beberapa waktu lalu, perusahaan pun menolak berkontribusi.

Donald Trump pernah membuat sejumlah komentar kontroversial mengenai imigrasi, minoritas, dan perempuan. Hal tersebut, kata sejumlah sumber, menjadi salah satu alasan penolakan Apple. Demikian seperti dikutip dari Phone Arena, Selasa (21/6/2016).

Trump dan Apple juga tidak sepaham mengenai persoalan unlock iPhone. Apple beberapa waktu lalu menolak perintah pengadilan untuk "membuka kunci" iPhone 5c milik penembak San Bernardino, Syed Farook.

Trump dalam sebuah acara pada Februari lalu mengajak para pendukungnya memboikot Apple sampai iPhone Farook di-unlocked.

Selain itu, satu bulan sebelum himbauan boikot tersebut, Donald Trump  berjanji jika terpilih sebagai presiden maka ia akan memaksa Apple memproduksi komputer di AS, dan bukannya di negara lain. Ia menyebut, produk Apple dengan kalimat "damn computer".

Sementara Apple dilaporkan menolak mendukung, beberapa perusahaan teknologi lain seperti Google, Facebook, dan Microsoft, dikabarkan akan memberikan dukungan. Konvensi Nasional Republik akan digelar pada 18 - 21 Juli 2016. 

(Din/Isk)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya