Jalur Cepat Semanggi Ditutup, Cek Pengalihan Arus Lalu Lintas

Kawasan itu disterilkan dari kendaraan menyusul adanya proyek simpang susun Semanggi yang ditargetkan selesai 2017.

oleh Muhammad Ali diperbarui 12 Jun 2016, 17:29 WIB
Simpang Susun Semanggi adalah senjata pamungkas Pemprov DKI Jakarta menangkal kemacetan.

Liputan6.com, Jakarta - Pemporv DKI Jakarta dan PT Mitra Panca Persada, anak perusahaan Maori Company mengembangkan simpang susun Semanggi. Pembangunan tersebut untuk mengurai kemacetan di Ibu Kota.

Groundbreaking pembangunan simpang susun Semanggi dilakukan pada Jumat 8 April 2016 dan disaksikan langsung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Untuk mengamankan pembangunan tersebut, Polda Metro Jaya akan menutup jalur cepat di kawasan Semanggi mulai hari ini. Pengalihan arus lalu lintas pun diterapkan.

"Penutupan sampai proyek selesai, 12 Agustus 2017," kata kata Juru Bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiono, Jakarta, Minggu (12/6/2016).

Berikut ini pengalihan arus lalu lintas yang dihimpun Liputan6.com:

- Kendaraan dari Blok M menuju Slipi diarahkan ke jalur lambat Jalan Jenderal Sudirman. Pengendara dapat menggunakan jalur alternatif: Jalan Pintu Gelora 1-Jalan Asia Afrika-dan seterusnya.

- Kendaraan dari Cawang menuju Blok M akan diarahkan menuju jalur lambat Jalan Jenderal Sudirman atau menggunakan jalur alternatif Jalan SCBD-Sudirman-dan seterusnya.

- Kendaraan dari Bundaran Hotel Indonesia menuju Cawang akan diarahkan melalui jalur lambat Jalan Jenderal Sudirman. Pengendara bisa menggunakan jalur alternatif Jalan Prof Dr Satrio-Jalan Casablanca atau Jalan Galunggung-Jalan Sultan Agung-Manggarai, dan Jalan Imam Bonjol-Jalan HR Rasuna Said-dan seterusnya.

- Kendaraan dari Slipi menuju Bundaran HI akan diarahkan masuk jalur lambat Jalan Jenderal Sudirman, atau menggunakan jalur alternatif Jalan Danau Sentani-Jalan Bendungan Jatilihur-Jalan Bendungan Hilir-dan seterusnya.

Target 18 Bulan

Target penyelesaian pembangunan oleh kontraktor Wika itu akan selesai dalam 18 bulan dan menelan biaya Rp 360 miliar. Proyek yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto atau Jalan Jenderal Sudirman tersebut baru dapat dioperasikan Agustus 2017.

Panjang total Ramp 1 adalah 796 m dan panjang Ramp 2 adalah 826 meter. Lebar jalan masing-masing 8 meter per jalur.

"Pembiayaan murni dari swasta, untuk kompensasi atas pelampauan nilai koefisien lantai bangunan (KLB)," ujar Kepala Dinas Bina Marga DKI Yusmada Faisal.

Gubernur DKI Jakarta Ahok mengatakan, simpang susun Semanggi tersebut akan menjadi ikon baru Jakarta sebagai Ibu Kota negara. Sebab, merupakan bentang terpanjang di atas jalan tol dalam kota secara melengkung (hiperbolik).

"Ini sejarah sipil pertama di Indonesia yang memasang precast sepanjang 80 meter di atas Semanggi. Ini konstruksi sipil begitu luar biasa," ucap Ahok.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya