Studi, Para Lajang Lebih Lama Pulih dari Serangan Jantung

Sebuah studi dirilis yang mengatakan bahwa orang yang sudah menikah lebih mudah pulih setelah serangan jantung ketimbang yang masih lajang

oleh Firman Fernando Silaban diperbarui 14 Jun 2016, 04:00 WIB
Sebuah studi dirilis yang mengatakan bahwa orang yang sudah menikah lebih mudah pulih setelah serangan jantung ketimbang yang masih lajang

Liputan6.com, Jakarta Sebuah studi baru yang dipublikasikan oleh Medical Daily dari New York merilis sebuah hasil penelitian yang mungkin akan membuat Anda memilih untuk menikah ketimbang melajang. Studi tersebut menunjukkan bahwa orang yang sudah menikah, 14 persen lebih besar bertahan hidup dan keluar dari rumah sakit setelah terkena serangan jantung ketimbang mereka yang melajang.

Data tersebut didapatkan dari beberapa rumah sakit yang merilis bahwa orang menikah saat terkena serangan jantung lebih cepat pulih ketimbang yang lajang. Hal yang menarik dari cuplikan artikel medis tersebut adalah dukungan orang yang dicintai.

Seperti dilansir dari Elitedaily pada Sabtu (11/6/2016), pihak rumah sakit belum bisa memastikan penyebab orang menikah lebih cepat pulih dari serangan jantung ketimbang mereka yang melajang. Beberapa indikasi utama dari hasil studi tersebut adalah individu yang telah menikah memiliki sumber daya untuk membantu mereka mengatasi masalah kesehatan dan berkaitan dengan dukungan fisik dan emosional.

Sedangkan, individu yang memilih untuk melajang, secara psikologis dan emosional merasa berjuang seorang diri. Namun, hal tersebut belum tentu jika melihat orang yang lajang juga masih memiliki teman, keluarga, atau kerabat.

Studi tersebut memperlihatkan bagaimana peran pasangan bisa membantu seseorang melewati masa-masa kritisnya, khususnya yang berhubungan dengan kesehatan. Namun, dalam hal mencari pasangan, penelitian tersebut belum mengungkapkan rentang ideal seseorang harus mendapatkan jodoh agar tetap bisa hidup sehat.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya