Jangan Berenang Dulu di Pantai Bali

Gelombang pasang yang terjadi di Pantai Kuta akibat faktor cuaca dan astronomi.

oleh Liputan6 diperbarui 10 Jun 2016, 09:09 WIB
Gelombang pasang yang terjadi di Pantai Kuta akibat faktor cuaca dan astronomi.

Liputan6.com, Denpasar - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar, Bali mengingatkan pengunjung Pantai Kuta dan sekitarnya di wilayah Kabupaten Badung dan sejumlah pantai lainnya di Pulau Dewata untuk tidak melakukan aktivitas di sepanjang pantai.

"Para nelayan, wisatawan mancanegara, maupun Nusantara diimbau untuk hati-hati dan waspada sehubungan terjadinya ombak pasang di Pantai Kuta, Kabupaten Badung," kata petugas BMKG wilayah III Denpasar A A Putra Wirawan, dilansir Antara, Kamis 9 Juni 2016.

Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Badung harus bekerja ekstra untuk mengawasi pengunjung akibat ombak pasang yang sedang terjadi di Pantai Kuta. Petugas penjaga pantai kini telah memasang bendera sebagai tanda bahaya.

A A Putra Wirawan menjelaskan, dari pantauan BMKG Bali, gelombang pasang yang terjadi di Pantai Kuta akibat faktor cuaca dan astronomi. Saat ini dan beberapa hari ke depan tinggi gelombang bisa melebihi dari 3 meter.

"Yang harus lebih diwaspadai saat ini adalah gelombang tinggi yang juga terjadi di sepanjang pantai selatan Bali hingga Nusa Tenggara Timur (NTT). Masyarakat yang melakukan aktivitas di laut diharapkan agar selalu waspada," ujar A A Putra Wirawan.

Sementara, petugas Balawista Badung Wayan Sumerta mengatakan, bendera merah telah dipasang di sejumlah titik sebagai tanda bahaya. Para pengunjung yang datang ke pantai diimbau agar waspada dan tidak berenang.

"Kalaupun tetap berenang, diingatkan tidak jauh dari bendera dan petugas selalu akan mengawasi," ujar Sumerta.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya