Megawati Akan Terima Doktor Honoris Causa dari Unpad

Gelar kehormatan itu bertitik pijak dari keseluruhan kajian akademik yang dilakukan UNPAD.

oleh Taufiqurrohman diperbarui 20 Mei 2016, 23:37 WIB
Megawati Soekarnoputri Akan Terima Doktor Honoris Causa dari UNPAD. (Liputan6.com/Taufiqurrahman)

Liputan6.com, Jakarta - Megawati Soekarnoputri akan mendapatkan gelar doktor kehormatan di bidang politik dan pemerintah dari Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat, pada 25 Mei 2016.

Ketua Umum PDIP ini sebelumnya mendapatkan gelar doktor kehormatan dari luar negeri, yakni Wasseda University, Jepang, Moscow State Institute, Rusia, dan MIT Ocean University, Korea Selatan.

"Pemberian gelar kehormatan ini sebagai pengakuan bagaimana dalam masa transisi demokrasi yang penuh tantangan, Ibu Megawati Soekarnoputri mampu membawa stabilitas politik, dan mengatasi tantangan perekonomian nasional akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan," kata Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad saat penyerahan toga kepada Megawati di kediamannya, Jalan Teuku Umar, Jakarta, Jumat (20/5/2016).

 

Hadir dalam acara tersebut Obsatar Sinaga yang menjadi tim promotor bersama dengan Oekan S Abdoellah MA, dan Arry Bainus.

Saat menerima toga, Megawati didampingi Prananda Prabowo, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas H Pareira.

Gelar doktor kehormatan itu, kata Tri Hanggono, bertitik pijak dari keseluruhan kajian akademik yang dilakukan Unpad. Ini meliputi saat Megawati berjuang menegakkan demokrasi menghadapi rezim otoriter dan saat atau setelah menjadi Presiden.

"Keseluruhan gagasan kenegarawanan, pemikiran politik, dan gagasan besar dalam konsolidasi demokrasi yang menjadi inti pemikiran Megawati Soekarnoputri akan disampaikan dalam pertanggungjawaban akademik," kata Obsatar Sinaga.

Dengan melacak keseluruhan pemikiran Megawati, kata dia, Unpad berharap dapat mengembangkan pemikiran tersebut dalam bidang politik dan pemerintahan. Sehingga menjadi bahan pengetahuan yang melengkapi teori dalam ilmu politik.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya