5 Kejadian Buruk dan Aneh di Liga Premier Inggris 2015/16

Liga Premier Inggris musim 2015/16 berakhir dengan banyaknya kejutan.

oleh Cakrayuri NuralamDiterbitkan 19 Mei 2016, 06:30 WIB
Pemain dan Official Leicester City disambut ribuan fans, (16/5/2016). (EPA/Will Oliver)

Liputan6.com, Jakarta - Liga Premier Inggris musim 2015/16 berakhir dengan banyaknya kejutan. Mulai dari Leicester City yang berhasil keluar sebagai juara hingga aksi diving manajer Manchester United, Louis van Gaal.

Seperti halnya cerita dongeng, sebuah tim kecil seperti Leicester City bisa menumbangkan raksasa Inggris, Manchester United, Liverpool, Manchester City, Arsenal hingga Chelsea. The Foxes --sebutan Leicester-- menjadi juara dengan mengumpulkan 81 poin.

Baca Juga

  • Solidaritas Suporter MU Bantu Fans Sierra Leone ke Old Trafford
  • 16 Fakta Menarik Liga Premier Inggris 2015/16
  • 6 Pemain Paling Berpengaruh di Klub Eropa Musim Ini

Tidak hanya itu saja, Harry Kane menjadi pemain asal Inggris pertama yang menjadi top skorer Liga Premier Inggris sejak tahun 2000. Striker Tottenham Hotspur itu mencetak 25 gol sepanjang musim ini.

Kejadian mengejutkan apa saja yang menarik sepanjang musim ini? Simak di halaman selanjutnya!


Chelsea

Gelandang Chelsea asal Spanyol, Cesc Fabregas. (AFP/Glyn Kirk)

Chelsea

Penampilan Chelsea musim ini tak mencerminkan sebagai juara bertahan. Tim yang awalnya dipimpin oleh Jose Mourinho itu tak pernah menang dalam lima pertandingan awal. The Blues --sebutan Chelsea-- menelan tiga kekalahan kala itu.

Chelsea malah sempat berada di zona degradasi. Puncaknya, manajemen memutus kontrak Mourinho sebelum Natal datang. Ketika itu, Mourinho menyebut banyak pemain yang mengkhianatinya.

Manajemen The Blues pun menunjuk Guus Hiddink sebagai suksesor Mourinho. Nakhoda asal Belanda itu membawa Chelsea lolos dari zona degradasi dan menempatkan John Terry dan kawan-kawan finis di posisi kesepuluh.


Aston Villa

Aston Villa (AFC/Paul Ellis)

Aston Villa

Tak pernah ada yang berpikir kalau Aston Villa bakal bermain di Divisi Championships musim depan. Tim yang dibesut Erick Black itu finis sebagai juru kunci.

Aston Villa hanya meraih 17 poin. Mereka menjadi tim ketiga yang terdegradasi dengan poin rendah. Sebelumnya ada Derby Country (11 poin) pada 2007/08 dan Sunderland (15 poin) pada 2005/06.

Hal ini terjadi karena sang pemilik Randy Lerner tak bisa menemukan pengganti yang tepat saat memecat Remi Garde pada 2 November 2015. Setelah menjual pemain bintang seperti Christian Benteke, Aston Villa seperti kehilangan angin di semua lini.

Lanjut Baca:

Kapten Gabriel Agbonlahor pun sampai angkat kaki karena tak tahan dengan ketidakkaruan yang dialami Aston Villa.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya