Kesempatan Hidup Pasien Kanker Payudara Laki-laki Rendah, Kenapa?

Pasien kanker payudara laki-laki memiliki kesempatan hidup yang lebih rendah dari perempuan. Inilah alasannya

oleh Aditya Eka Prawira diperbarui 03 Mei 2016, 15:00 WIB
Pasien kanker payudara laki-laki memiliki kesempatan hidup yang lebih rendah dari perempuan. Inilah alasannya

Liputan6.com, Jakarta Pasien kanker payudara laki-laki cenderung memiliki kesempatan hidup yang sedikit dibanding pasien perempuan. Sebab, laki-laki lebih cuek dan tidak mengetahui apa saja gejala dari tumor payudara sehingga ketika datang ke dokter sudah mengidap kanker payudara stadium lanjut.

Satu penelitian yang diterbitkan di Jepang dalam Journal of Clinical Oncology pada 2013, menemukan, setelah lima tahun menjalani perawatan, kelangsungan hidup pasien kanker payudara laki-laki hanya 72 persen sedangkan perempuan yang bisa mencapai 83 persen.

"Banyak dari pasien kanker payudara laki-laki tidak tahu bahwa mereka pun bisa mengidap kanker payudara. Mereka pun tidak pernah menjalani skrining seperti perempuan," kata Konsultan Onkologi sekaligus dosen di Christie NHS Foundation Trust, Dr Andrew Wardley dikutip dari Daily Mail, Selasa (3/5/2016). 

Pendorong kanker payudara pada laki-laki hampir sama seperti yang diderita kaum perempuan, yaitu hormon estrogen. Laki-laki memiliki lebih sedikit hormon estrogen dan kurangnya jaringan payudara di tempat pertama.

"Sedangkan perempuan memproduksi estrogen di indung telur, pria menghasilkan dari kelenjar adrenal dan juga jaringan lemak," kata Andrew menambahkan.

Gejala lain yang identik dengan kanker payudara di kedua jenis kelamin ini adalah benjolan yang menyakitkan di daerah dada, ada cairan yang keluar dari puting susu, dan kulit sekitar yang mengerut. Andrew menyarankan agar laki-laki juga harus melakukan skrining agar terhindar dari kanker payudara.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya