Ingin Raup Penghasilan Rp 3 Juta per Minggu? Coba Usaha Ini

Prospek penjualan hasil ternak burung puyuh menjanjikan terutama di Sukabumi.

oleh Ilyas Istianur Praditya diperbarui 30 Apr 2016, 17:50 WIB
Ilustrasi Pengusaha (Liputan6.com/Johan Fatzry)

Liputan6.com, Sukabumi - Telur burung puyuh sering dipandang sebelah mata bagi sebagian masyarakat. Selain ukurannya yang kecil, kandungan kolesterol yang tinggi sering dijadikan alasan untuk tidak mengkonsumsinya.

Namun, kandungan kolesterol itu tak begitu penting bagi warga Sukabumi, Jawa Barat. Sukabumi dikenal sebagai daerah yang banyak menghasilkan hasil ternak dari burung puyuh ini. Bahkan, beberapa penduduknya tengah berlomba-lomba membuat peternakan burung puyuh.

Antusiasme warga ini bukan tanpa alasan. Di Sukabumi, prospek penjualan hasil ternak burung puyuh menjadi hal yang menjanjikan.

Salah satunya penjualan telur puyuh. Bagaimana tidak, per minggu sebagian masyarakat bisa mendapatkan penghasilan Rp 3 juta hanya dengan menjual telur puyuh.

"Saya sudah menggeluti di bidang puyuh ini sekitar dua tahun, tapi mulai kenceng-kencengnya jual telur puyuh itu baru empat bulan terakhir ini," kata Ustad Hasanudin (52) sebagai salah satu penjual telur puyuh asal Sukabumi saat berbincang dengan Liputan6.com yang ditulis, Sabtu (30/4/2016).

Penghasilan tersebut didapatkan hanya dengan memasok kebutuhan telur puyuh di dua desa di sekitar rumahnya. Di desa-desa tersebut banyak masyarakat yang membuat aneka jenis makanan dengan bahan telur puyuh, mulai dari makanan ringan hingga bakso telur puyuh.

Hasanudin menuturkan, usaha ini dimulai saat dipercaya rekannya untuk merawat sebuah peternakan burung puyuh yang kala itu terdapat 1.000 ekor burung puyuh. Padahal saat itu dirinya tidak memiliki ilmu dalam beternak burung puyuh.

"Saya karena tidak tahu ilmu ternak puyuh, seminggu mati 300 ekor. Ketika sudah bertelur, saya bingung memasarkan, di rumah ada telur 2.000, ini masarinnya bagaimana," tutur dia.

Akhirnya, ia menimba ilmu dari salah satu peternakan besar yang ada di Sukabumi. Di peternakan itu, juga membuka peluang bagi Hasanudin untuk menjadi distributor.

Dari informasi yang ia dapatkan di peternakan besar itu, ada beberapa desa yang membutuhkan banyak pasokan telur puyuh. Mulai dari sinilah Hasanudin mulai bangkit.

Saat ini, dia sudah menjadi pemasok tetap di dua desa. Dari dua desa itu minimal pendistribusian telur puyuh yang dilakukannya sekitar 12 ribu butir telur puyuh.

"Saya ambil telur puyuh ini harganya Rp 300, lalu saya jual Rp 360, alhamdulillah sekarang penghasilannya sudah sekitar itu (Rp 3 juta per minggu)," kata dia.

Hasanudin menuturkan, di Sukabumi, dan Jawa Barat saat ini masih kekurangan pasokan telur burung puyuh. Untuk itu tidak ada salahnya jika dirinya menyarankan masyarakat untuk ikut mencari rezeki di bidang ini. Apakah Anda berminat? (Yas/Ahm)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya