Ranieri Puji Performa Leicester Tanpa Vardy

Vardy harus absen di laga kontra Swansea City karena terkena akumulasi kartu.

oleh Rejdo PrahanandaDiterbitkan 25 April 2016, 04:00 WIB
Claudio Ranieri (Reuters / Darren Staples)

Liputan6.com, Leicester - Manajer Leicester City, Claudio Ranieri puas dengan performa menjanjikan tim asuhannya setelah melibas Swansea City di laga lanjutan Premier League, Minggu (24/4/2016). Leicester butuh dua kemenangan lagi untuk mengamankan gelar juara.

Leicester kini memimpin klasemen dengan mengantongi 76 poin. Tim berjuluk The Foxes ini sekarang berselisih 8 poin dengan peringkat dua klasemen, Tottenham Hotspur. Hasil ini membuat Ranieri bisa bernapas lega.  

Baca Juga

  • Wajah Baru Persib Bandung
  • Hajar Swansea, Leicester Semakin Dekat dengan Gelar Juara
  • 4 WAG's Ini Tahan Banting Suami Selingkuh

Performa ini menunjukkan, Leicester bisa tetap tampil kompetitif meski sang mesin gol, Jamie Vardy absen karena terkena akumulasi kartu. Fernando Ulloa berhasil menambal lubang yang ditinggalkan Vardy. 

Dua gol ke gawang Swansea membuat Ulloa bisa diandalkan ketika Leicester menghadapi Manchester United dan Everton, terakhir Everton. Selain Ulloa, Jeff Schlupp juga memainkan peran penting sebagai full back

"Saya sangat senang dengan Ulloa dan Schlupp. Mereka tidak terlalu sering bermain tetapi sekarang saya mengatakan pada mereka, kami membutuhkan Anda," ujar Ranieri dilansir dari BBC Sport.

"Mahrez tetap menjadi penentu dan ketika dia bermain King Power, dia sangat fantastis," sambung pelatih asal Italia ini.

Sekarang, Ranieri meminta pada tim asuhannya untuk fokus menghadapi tiga pertandingan sisa. Memperlebar jarak dengan Tottenham Hotspur yang kini menempati posisi dua menjadi prioritas utama. "Kami tahu ini akan menjadi pertandingan sulit karena Tottenham tim bagus, tetapi kami akan berjuang sampai menit akhir."

Bila berhasil finis di posisi 1, itu menjadi gelar pertama Premier League Leicester sepanjang sejarah klub. Prestasi tertinggi Leicester di kasta kompetisi tertinggi adalah, menempati peringkat kedua musim 1928/29. "Kami memiliki mimpi dan sekarang, sangat penting untuk mewujudkannya," Ranieri melanjutkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya