Pecinta Cokelat, Jangan Percaya 5 Mitos Sesat Ini

Di balik manisnya cokelat, ada beberapa mitos menyesatkan yang masih dipercaya banyak orang. Apa saja? Cek di sini

oleh Liputan6 diperbarui 22 Apr 2016, 15:30 WIB
Di balik manisnya cokelat, ada beberapa mitos menyesatkan yang masih dipercaya banyak orang. Apa saja? Cek di sini

Liputan6.com, Jakarta Siapa, sih, yang bisa menolak rasa manis, lembut, dan kelezatan dari cokelat? Tak hanya anak-anak, orang dewasa sampai orang tua suka dengan cokelat. Rasanya yang manis membuat coklat menjadi bahan favorit untuk membuat kue atau dessert.

Salah satu jenis cokelat olahan yang favorit adalah praline. Cokelat praline dan truffle adalah beberapa bentuk olahan cokelat sebagai camilan permen. Apa itu Coklat Praline?

Praline adalah bentuk permen coklat yang memiliki isi beragam, mulai kacang sampai buah-buahan. Yang membuat praline banyak disukai para wanita karena isinya yang lembut seakan meleleh di mulut. Pada zaman dahulu, cokelat praline sering dijadikan bingkisan bagi orang yang dianggap penting bagi mereka.

Selain rasa, cokelat praline juga dibentuk elegan dan cantik. Hal inilah yang membuat cokelat praline terlihat classy ketimbang cokelat truffle dan lainnya. Di balik manisnya coklat, ada mitos coklat yang masih saja di percaya masyarakat. Padahal mitos cokelat di bawah ini tidak sepenuhnya benar.

1. Kandungan Kafein tinggi
Banyak orang beranggapan cokelat mempunyai kandungan kafein yang tinggi, namun nyatanya hanya mitos. Jika Anda mengkonsumsi sebatang coklat maka hanya 6 mg kafein yang terkandung di dalamnya. Jumlah ini tentu sama dengan secangkir kopi yang tak mengandung kafein, di mana kopi mengadung 65 – 135 mg kafein.

2. Memiliki lemak jenuh yang buruk untuk kesehatan
Banyak orang menghindari cokelat karena dirasa mengandung lemak yang buruk bagi tubuh. Namun, sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi cokelat sebanyak 1,4 ons dapat meningkatkan kadar High-density lipoprotein atau lemak yang baik pada tubuh.

3. Nilai gizi yang Rendah
Faktanya cokelat merupakan sumber terbaik dari magnesium, zat besi bagi tubuh. Selain itu, cokelat juga mengandung polifenol yang mampu menurunkan risiko penyakit coroner. Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, bisa makan dark chocolate yang mampu menekan tekanan darah dan resistensi insulin.

4. Cokelat Menyebabkan Jerawat
Itu hanya mitos! Sebuah penelitian tidak pernah menemukan kandungan coklat mampu membuat jerawat. Bahkan ahli kulit tidak setuju dengan mitos tersebut. Sesungguhnya jerawat timbul disebabkan kombinasi jumlah bakteri dan minyak yang tinggi pada kulit.

5.Cokelat Membuat Gemuk
Banyak wanita tidak mau makan cokelat karena takut gemuk. Hal tersebut tentu mitos. Hanya sekitar 220 kalori pada sebatang cokelat tentu berbanding jauh dengan makanan yang tinggi kalori lainnya. Saat makan coklat, maka nafsu makan bisa saja berkurang, karena rasa manisnya dapat memberikan rasa kenyang di perut.

Nah, bagi Anda yang ingin menikmati cokelat kini tak perlu lagi khawatir, karena semua hal di atas hanya mitos. Cokelat merupakan sumber terbaik untuk memberikan semangat setiap hari. Tak hanya itu, cokelat seperti praline juga cocok dijadikan hadiah bagi orang tersayang.

Di Jakarta, ada cokelat praline yang lezat dan cantik, ChocoTalk. ChocoTalk hadir dengan permen cokelat praline yang dibuat dari cokelat berkualitas dengan olahan terbaik. Anda bisa pilih bentuk coklat praline kesukaan di ChocoTalk. Klik di sini untuk mendapatkan cokelat praline isi 9 buah seharga Rp 33.000.

 

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya