4-4-1979: Ayah Benazir Bhutto Dieksekusi Mati

Penggulingan terhadap Bhutto juga dipicu oleh adanya kecurangan pada pemilu yang kembali dimenangi oleh ayah dari Benazir Bhutto ini.

oleh Rasheed Gunawan diperbarui 04 Apr 2016, 06:36 WIB
Mantan PM Pakistan Benazir Bhutto (aquila-style.com)

Liputan6.com, Pakistan - 4 April 1979 menjadi hari terakhir bagi mantan Presiden dan Perdana Menteri Pakistan Zulfikar Ali Bhutto. Diktator yang telah berkuasa sejak tahun 1973 itu dieksekusi mati atas kasus pembunuhan lawan politiknya, Ahmad Raza Khan Kasuri.

Eksekusi mati terjadi setelah Ali Bhutto dilengserkan oleh pihak militer yang dipimpin Jenderal Zia ul-Haq. Selain itu, penggulingan terhadap Bhutto juga dipicu oleh adanya kecurangan pada pemilu yang kembali dimenangi oleh ayah dari Benazir Bhutto ini.

Ditambah, banyak kasus-kasus yang mencuat selama pemerintahan Ali Bhutto, dipersidangkan secara tidak adil. Beberapa kali, keputusan hakim dianggap memihak pemerintah.

Oleh karena itu, meski dibanjiri protes dari pihak internasional, seperti dimuat BBC on This Day, eksekusi dengan hukuman gantung terhadap Ali Bhutto tetap dilaksanakan.


Istri Bhutto dan sang putri, mengunjungi Ali Bhutto pagi harinya sebelum pemimpin otoriter itu dieksekusi mati. Istri dan putrinya saat itu dikenai hukuman tahanan rumah.

Ali Bhutto dikabarkan dieksekusi mati di rumah tahahan di kawasan Rawalpindi, Pakistan pada malam hari, namun baru diumumkan ke publik via radio bahwa ia telah meninggal pada esok hari.

Jenazah Ali Bhutto kemudian diantar ke kampung halamannya di Provinsi Sind, dan dimakamkan kerabat mengikuti adat-istiadat penduduk sekitar. Namun anak dan istri tak diizinkan untuk menghadiri pemakaman.

Selama berkuasa, Ali Bhutto dikenal sebagai tokoh kaya dan berpengaruh. Dia adalah pendiri partai Pakistan's People Party (PPP) yang kepemimpinannya diteruskan sang putri, Benazir Bhutto.

Meski memerintah secara otoriter, pemimpin diktator ini begitu disegani internasional. Maka tak pelak, banyak yang memprotes ketika Ali Bhutto dieksekusi. Sekjen PBB Kurt Waldheim menyayangkan pihak militer yang tetap melanjutkan eksekusi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya