Bupati Sangihe Kunjungi Orangtua Sandera Abu Sayyaf

Dia meminta orangtua Kapten Kapal Brahma 12, Peter Tonsen Barahama bersabar.

oleh Yoseph IkanubunDiterbitkan 02 April 2016, 12:06 WIB
Kelompok Abu Sayyaf

Liputan6.com, Manado - Peduli dengan musibah yang menimpa salah satu warganya, Bupati Kepulauan Sangihe HR Makagansa menemui orangtua Kapten Kapal Brahma 12, Peter Tonsen Barahama. Orangtua Peter, Carlos Barahama dan Sofitje Salemburung menceritakan penyanderaan kelompok Abu Sayyaf yang menimpa putranya.

Mereka pun mengungkapkan keinginannya yang paling dalam kepada Makagansa.

Baca Juga

  • Filipina Tak Anjurkan RI Bayar Tebusan WNI Disandera Abu Sayyaf
  • Cerita Kapten Kapal Tugboat Jadi Target Perompak Abu Sayyaf
  • Tatapan Pilu Istri ABK yang Disandera Abu Sayyaf

"Kami berharap anak kami bersama teman-temannya dapat kembali pulang dengan selamat," ujar Carlos yang merupakan pensiunan guru tersebut, Manado, Jumat 1 April 2016.

Pada kesempatan itu, Makagansa meminta keluarga korban untuk tenang dan berserah kepada Tuhan. Sebab, pemerintah Indonesia telah berupaya untuk membebaskan Peter bersama sembilan ABK lainnya.

"Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan segenap masyarakat berharap Peter Tonsen Barahama bersama sembilan ABK lainnya, dapat kembali dengan selamat dan berkumpul dengan keluarga," tandas Bupati.

Sebanyak 10 awak kapal Brahma 12 yang mengangkut batu bara dibajak kelompok Abu Sayyaf di perairan Filipina, Sabtu 26 Maret 2016. Pembajak meminta tebusan sekitar Rp 14 miliar untuk membebaskan seluruh awak kapal. 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya