Patrol, Musik Khas Jember di Bulan Puasa

Musik patrol memang tak terpisahkan dengan masyarakat Jember, Jatim, selama Ramadan. Sayangnya, para pemuda di sana tak lagi tertarik mengembangkan musik yang sudah ada sejak zaman Belanda ini.

oleh Liputan6Diterbitkan 02 Desember 2001, 15:54 WIB
Liputan6.com, Jember: Musik patrol sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat Jember, Jawa Timur, terutama di Bulan Puasa. Selain menghibur dan membangunkan warga untuk makan sahur, musik yang biasanya dimainkan 10 orang pemain ini juga bertujuan mengamankan kampung di malam hari. Tak heran, anggota kelompok musik jenis patrol selalu menyelipkan senjata tajam di pinggang. Lazimnya kesenian rakyat, musik ini hanya mengandalkan harmonisasi dan apresiasi dadakan para pemain.

Personel kelompok musik ini terdiri dari pemain kentungan berbagai ukuran, pemain seruling bambu, perkusi, dan rebana. Mereka melantunkan sejumlah lagu daerah, seperti "Kendang Kempul Banyuwangi", "Macapat Madura", dan lagu-lagu dangdut. Konon, istilah patrol mengacu pada makna kata patroli atau berjaga-jaga. Tiap tahun, musik pengantar sahur ini mengalami perkembangan karena perangkat musik yang dipergunakan kian bertambah. Sayang, para pemuda di sana tak lagi tertarik menjadi anggota kelompok jenis musik yang sudah ada sejak zaman Belanda.(MTA/Christanto Rahardjo)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya