Liputan6.com, Lampung - Kemiskinan sangat parah memaksa seorang ibu di Tulang Bawang, Lampung, memasung anaknya yang mengalami gangguan jiwa. Anak ini dirantai di pohon belakang rumah beratap plastik.
Seperti ditayangkan Liputan 6 Siang SCTV, Senin (21/3/2016), Wahyudi tak mengerti nasib tragis yang dialaminya. Di usianya yang menginjak 43 tahun, Wahyudi terpaksa dipasung sang ibu, Miyem, di bawah pohon karena mengalami gangguan jiwa sejak 32 tahun lalu saat usianya masih 11 tahun.
Baca Juga
- Potret Pilu Korban Pemasungan di Berbagai Wilayah di Indonesia
- 3 Kondisi Mengenaskan Deni yang Terpasung 24 Tahun
- Kisah Deni Dipasung 24 Tahun hingga Berlumut
Advertisement
Kaki Wahyudi diikat dengan rantai agar tidak kabur dan mengamuk saat jiwanya terganggu. Agar terhindar dari panas dan hujan, sang ibu menambahkan atap plastik di atas pohon.
Miyem tak punya pilihan lain. Keterbatasan ekonomi membuatnya tak bisa mengobati gangguan jiwa pada Wahyudi.
Belum lagi masalah lain harus ditangani Miyem, suaminya, Kemin yang berusia 90 tahun tengah menderita stroke dan hanya bisa terbaring di tempat tidur.
Kini Miyem hanya bisa berharap uluran tangan pemerintah. Untuk bisa mengobati suami dan anaknya, sehari-hari Miyem menghidupi keluarga dengan menjual daun genjer keliling kampung.