Tantowi Yahya Berharap Kubu Ical Penyelenggara Munaslub Golkar

Tantowi yahya mengatakan tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak menyetujui hasil Munas Bali.

oleh Devira Prastiwi diperbarui 15 Mar 2016, 07:15 WIB
Aburizal Bakrie (kiri) dan Agung Laksono saat menghadiri Rapat Pengurus Harian Partai Golkar di DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (4/2/2016). Rapat pengurus ini adalah pertama kalinya setelah perselisihan antar dua kepemimpinan.(Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - 2 Kubu Partai Golkar Aburizal Bakrie dan Agung Laksono sepakat melaksanakan Musyawarah Luar Biasa (Munaslub), demi bersatunya partai berlambang pohon beringin itu. Namun, penyelenggaraan munaslub sepertinya akan ditunda hinggaMei 2016.

Anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya berharap penyelenggara munaslub adalah kepemimpinan Munas Bali.

"Munaslub segera. Kan tidak dibatalkan, hanya ditunda. Namanya munaslub, penyelenggaranya Munas Bali yang sudah disahkan oleh pemerintah melalui SK, itu harapan kita," ungkap Tantowi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (14/3/2016).

Mantan artis itu mengatakan tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak menyetujui hasil Munas Bali.

"Tidak ada alasan pemerintah untuk tidak menyetujui Munas Bali karena susunan pengurus kombinasi. Kami memasukkan pengurus Ancol juga," papar Tantowi.

Selain itu, Tantowi mengatakan kemungkinan dalam waktu dekat akan dilakukan rapat pleno Partai Golkar untuk menentukan waktu dan kepanitiaan munaslub.

Sebelumnya, politikus Partai Golkar Airlangga Hartarto mengungkapkan munaslub akan diselenggarakan partainya pada 27 Mei mendatang.

"Munaslub (Golkar) itu tanggal 27 Mei," kata Airlangga usai bertemu Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Senin 7 Maret 2016.

Menurut dia, tanggal itu sudah disepakati Aburizal Bakrie (Ical), Agung Laksono, dan Jusuf Kalla. Sedangkan kepanitiaanmunaslub akan terdiri atas Theo Sambuaga untuk kepanitiaan, Zainuddin Amali untuk organizing committee, dan Nurdin Halid untuk steering committee.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya