Korsel Bakal Bangun 2 Pabrik Makanan dan Minuman US$ 600 Juta

Investor Korea Selatan termasuk yang aktif melakukan penanaman modal di Indonesia.

oleh Ilyas Istianur Praditya diperbarui 07 Mar 2016, 16:30 WIB
Kepala BKPM, Franky Sibarani (kiri) bersama dengan Deputi Dalaks, Azhar Lubis memberikan keterangan terkait strategi kejar target investasi 2016, Jakarta, Jumat (8/1). BKPM Menargetkan Rp 594,8 triliun untuk investasi di 2016. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Potensi pasar industri makanan dan minuman di Indonesia menarik minat investor Korea Selatan. Investor negara ini berminat membangun dua pabrik makanan dan minuman di Indonesia.

Adapun nilai investasi masing-masing US$ 300 juta sehingga total mencapai US$ 600 juta (setara dengan Rp 7,85 triliun dengan kurs dolar AS Rp 13.086).

Ini merupakan hasil kunjungan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani ke Seoul, Korea Selatan pada pekan lalu.

“Mereka saat ini sedang dalam proses untuk menentukan lokasi. Saat ini alternatif lokasi yang dipilih adalah di sekitar Banten atau Jawa Barat dan Jawa Timur untuk dua pabrik makanan dan minuman tersebut,” ujar Franky di Jakarta, Senin (7/3/2016).

Menurut dia, CEO perusahaan Korea Selatan tersebut menyampaikan permintaannya terkait kebutuhan serta keberlanjutan bahan bahan baku, salah satunya jagung.

“Mereka sangat siap untuk menyerap apabila bahan baku yang salah satunya jagung tersebut dapat tersedia di dalam negeri,” dia menjelaskan.
 
Franky memastikan, BKPM juga akan mencari solusi agar produk petani dapat terserap investor. “Mengingat investasi tersebut akan menyerap tenaga kerja dan substitusi produk impor, serta tingginya multiplier effect yang ditimbulkan,” jelas dia.
 
Franky juga terus meyakinkan investor Korea Selatan untuk tidak hanya melihat Indonesia sebagai basis industri. Namun juga sebagai rumah kedua mereka. Saat ini banyak fasilitas-fasilitas umum seperti restoran, pusat perbelanjaan dengan berbasis komunitas Korea Selatan yang ada di kota-kota besar di Indonesia.

Dalam kunjungannya Kepala BKPM juga melakukan One on One Meeting dengan perusahaan-perusahaan Korea Selatan yang berminat investasi di Indonesia. Serta menjadi pembicara utama dalam forum bisnis dengan 80 CEO perusahaan-perusahaan yang telah menyatakan minat investasi di Indonesia.

Franky memaparkan perihal kemudahan layanan investasi di Indonesia, termasuk di antaranya layanan investasi 3 jam dan kemudahan investasi langsung konstruksi (KLIK).
 
Pejabat Promosi Investasi Perwakilan BKPM (IIPC) di Seoul Korea Selatan Imam Soejoedi mengemukakan AIIPC Seoul telah membantu fasilitasi pendirian pabrik tersebut dengan menginformasikan berbagai regulasi dan lokasi-lokasi yang prospektif di Indonesia.

“Kami akan terus mengawal minat investasi yang disampaikan hingga realisasi, bahkan proses konstruksi. Ini sesuai dengan arahan Kepala BKPM untuk menyediakan layanan end-to-end services kepada para investor,” tegasnya.
 
Investor Korea Selatan termasuk yang aktif melakukan penanaman modal di Indonesia.  Investasi yang masuk dari Korea Selatan tahun lalu mencapai US$ 1,2 miliar tumbuh sebesar 7,6 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejak 2010-2015 nilai investasi yang masuk dari Korea Selatan mencapai angka US$ 8 miliar. Dalam periode tersebut sektor yang masuk didominasi oleh sektor industri logam mencapai 45 persen. (Yas/Nrm)


Saksikan Live Gerhana Matahari Total, Rabu 9 Maret 2016 di Liputan6.com, SCTV dan Indosiar Mulai Pukul 06.00 - 09.00 WIB. Klik di sini 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya