Liputan6.com, Denpasar: Libur cuti bersama menyambut Hari Raya Idulfitri 1430 Hijriyah tak berlaku pada sekolah-sekolah di Bali. Alhasil, para siswa tetap melaksanakan berbagai kegiatan yang telah diprogramkan. Dari pantauan ANTARA di sekitar Kota Denpasar, Jumat (19/9), siswa di berbagai sekolah dari semua tingkatan, tetap masuk sekolah.
Bahkan, sebagian dari mereka terlihat melaksanakan kegiatan olahraga, seperti jalan kaki, berlari, latihan berbaris, bermain sepakbola dan sebagian lainnya hanya duduk-duduk di pinggir Lapangan Lumintang, Jalan Gatot Subroto Tengah, Denpasar. Sedangkan murid TK Titi Dharma yang ruang sekolahnya menghadap Lapangan Lumintang, juga melaksanakan kegiatan rutin, termasuk berlatih seni tari di halaman sekolah.
Seluruh anak didik mengenakan pakaian adat dengan ciri khas memakai udeng atau destar untuk pria serta kain untuk wanita. Sebab, saat ini bertepatan dengan Hari Tilem Sasih Ketiga atau saat bulan mati. Semua sekolah di Bali memberlakukan ketentuan pengenaan pakaian adat bagi siswa maupun guru dan tenaga administrasi saat bulan purnama dan hari hari besar keagamaan Hindu lainnya.
Sementara TK Permata Hati, Pondok Indah III, Denpasar, memilih memanfaatkan "hari jeda" ini untuk kegiatan berkemah di sekolah. Mereka mempraktikkan sekolah alam di obyek wisata Desa Budaya Kertalangu dan rekreasi ke Pantai Sindhu, Sanur, berombongan menggunakan satu bus bersama para orangtua murid.
Sementara untuk pegawai negeri sipil (PNS), tetap diberlakukan ketentuan cuti bersama, yakni hanya ada tambahan libur Jumat (18/9) dan Rabu (23/9) yang mengapit dua hari libur Idulfitri serta libur Sabtu-Ahad. Meski demikian, banyak PNS yang memanfaatkan libur cuti bersama itu untuk berolahraga.
Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Denpasar, Erwin Suryadarma membenarkan bahwa dua hari cuti bersama Idulfitri diberlakukan bagi PNS. Sedangkan siswa dari berbagai jenjang pendidikan tetap masuk melaksanakan kegiatan yang telah diprogramkan. Menurut Erwin, sudah banyak hari libur fakultatif bertepatan hari-hari besar keagamaan Hindu yang hanya berlaku di Bali, seperti libur Hari Raya Galungan selama tiga hari yang dijadwalkan berlangsung 13-15 Oktober 2009.(YUS)
Bahkan, sebagian dari mereka terlihat melaksanakan kegiatan olahraga, seperti jalan kaki, berlari, latihan berbaris, bermain sepakbola dan sebagian lainnya hanya duduk-duduk di pinggir Lapangan Lumintang, Jalan Gatot Subroto Tengah, Denpasar. Sedangkan murid TK Titi Dharma yang ruang sekolahnya menghadap Lapangan Lumintang, juga melaksanakan kegiatan rutin, termasuk berlatih seni tari di halaman sekolah.
Seluruh anak didik mengenakan pakaian adat dengan ciri khas memakai udeng atau destar untuk pria serta kain untuk wanita. Sebab, saat ini bertepatan dengan Hari Tilem Sasih Ketiga atau saat bulan mati. Semua sekolah di Bali memberlakukan ketentuan pengenaan pakaian adat bagi siswa maupun guru dan tenaga administrasi saat bulan purnama dan hari hari besar keagamaan Hindu lainnya.
Sementara TK Permata Hati, Pondok Indah III, Denpasar, memilih memanfaatkan "hari jeda" ini untuk kegiatan berkemah di sekolah. Mereka mempraktikkan sekolah alam di obyek wisata Desa Budaya Kertalangu dan rekreasi ke Pantai Sindhu, Sanur, berombongan menggunakan satu bus bersama para orangtua murid.
Sementara untuk pegawai negeri sipil (PNS), tetap diberlakukan ketentuan cuti bersama, yakni hanya ada tambahan libur Jumat (18/9) dan Rabu (23/9) yang mengapit dua hari libur Idulfitri serta libur Sabtu-Ahad. Meski demikian, banyak PNS yang memanfaatkan libur cuti bersama itu untuk berolahraga.
Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Denpasar, Erwin Suryadarma membenarkan bahwa dua hari cuti bersama Idulfitri diberlakukan bagi PNS. Sedangkan siswa dari berbagai jenjang pendidikan tetap masuk melaksanakan kegiatan yang telah diprogramkan. Menurut Erwin, sudah banyak hari libur fakultatif bertepatan hari-hari besar keagamaan Hindu yang hanya berlaku di Bali, seperti libur Hari Raya Galungan selama tiga hari yang dijadwalkan berlangsung 13-15 Oktober 2009.(YUS)