Ransel Tertinggal di Apotek, Polisi Tutup Jalan di Malang

Sehari sebelum insiden tas ransel tertinggal di apotek, polisi tangkap terduga teroris di Malang.

oleh Zainul Arifin diperbarui 21 Feb 2016, 05:03 WIB
Ilustrasi Teroris (Liputan6.com/M.Iqbal)

Liputan6.com, Malang - Laporan temuan tas mencurigakan di Apotek Sari sempat membuat panik warga di sekitar Jalan S. Wiryopranoto kawasan Pasar Besar, Kota Malang, Jawa Timur.

Warga pun tenang mengetahui tas hanya berisi barang biasa setelah diperiksa oleh tim penjinak bahan peledak Brimob Ampeldento Malang.
 
“Tidak ada barang berbahaya, hanya barang sehari-hari di dalam kotak. Ini tidak ada kaitannya dengan terorisme,” kata Kapolres Malang Kota, AKBP Decky Hendarsono di Malang, Sabtu (20/2/2016).
 
Tim Jihandak Brimob Ampeldento butuh waktu sekitar 1,5 jam untuk memeriksa dan memastikan isi tas ransel berwarna hitam tersebut. Selama itu pula kepolisian sempat memutuskan menutup total arus lalu lintas di Jalan S. Wiryopranoto yang berada di dekat Alun-alun Merdeka Malang.

Kekhawatiran yang sempat muncul di pemilik apotek dan warga sekitar atas tas mencurigakan itu cukup beralasan. Salah satunya disebabkan penangkapan teroris sehari sebelumnya di Desa Ngijo Kabupaten Malang.
 
“Kami tetap memeriksa saksi-saksi untuk memastikan siapa pemilik toko itu dan apa motifnya,” lanjut Decky.
 
Temuan tas mencurigakan ini bermula dari kecurigaan pemilik apotek ada tas yang tertinggal. Setelah ditunggu lama, tak juga ada yang datang mengambil tas itu. Biasanya, jika ada dompet, tas dan barang lain yang tertinggal, tak berselang lama pemiliknya datang mengambil.
 
“Biasanya kalau ada yang tertinggal, sebentar diambil lagi. Tapi ini kok lama ditunggu gak ada yang kembali mengambil barang itu, makanya saya lapor ke polisi,” ujar pemilik apotek, Wijoyo.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya