Liputan6.com, Leicester - Tidak seorang pun memperkirakan terhadap apa yang terjadi pada Leicester City musim ini. Leicester City di puncak klasemen sementara Liga Premier Inggris dengan keunggulan lima poin dari peringkat kedua, Tottenham Hotspur.
Pasar taruhan malah menempatkan Leicester sebagai salah satu kandidat tim yang berpotensi degradasi ke Divisi Championship. Setelah melakoni 25 pertandingan, kini klub berjuluk The Foxes ini malah salah satu favorit juara Liga Inggris.
Baca Juga
- Zidane: Ronaldo Bermain seperti Binatang Buas
- Jadi Pemain MU, Superhero Ini Selebrasi Kecup Kening Rooney
- Demam Pep Guardiola Mulai Landa Suporter Manchester City
Advertisement
Namun, manajer Leicester, Claudio Ranieri, mengaku tak percaya kepada pasar taruhan yang menempatkan timnya sebagai favorit. "Pasar taruhan awal musim, Ranieri pelatih yang dipecat pertama," ujar Ranieri, seperti dilansir ESPN FC.
Kemenangan 3-1 Leicester atas tuan rumah Manchester City, Sabtu (6/2/2016) semakin menguatkan kans mereka menjadi juara. Ranieri sendiri tidak bisa menjawab pertanyaan bagaimana tim asuhannya mampu memuncaki klasemen sampai Februari.
Apakah tak lama lagi sensasi The Foxes berakhir dan posisinya perlahan turun? Atau malah Leicester City akan menjadi kejutan terhebat dalam sejarah sepak bola Inggris dengan menjuarai Liga Inggris musim ini.
"Musim ini liga berjalan gila," kata Ranieri sambil menggeleng. "Saya tidak tahu mengapa. Jika kami menang ... Saya tidak ingin berpikir tentang hal itu, pikiran saya untuk laga tujuh hari lagi melawan Arsenal. Pertandingan yang sulit, mereka punya pemain dan stadion yang fantastis," ungkapnya.
"Saya ingin menunggu sampai akhir April, karena saya tahu pertandingan terakhir sangat ketat. Ini momen fantastis bagi Liga Primer Inggris, tidak ada yang tahu siapa yang akan memenangkannya," ujar pelatih asal Italia ini.
Klub yang identik dengan warna biru ini juga telah membuktikan mereka tidak hanya mengandalkan Jamie Vardy dan Riyad Mahrez. Faktor kekuatan Leicester terletak pada kekompakan mereka di atas lapangan dan semangat tim yang dipuji Ranieri beberapa kali.