Kemenperin Yakin Ford Belum Tinggalkan Pasar Indonesia

Meskipun memutuskan untuk menutup seluruh dealer, namun penjualan Ford di Indonesia terbilang bagus.

oleh Septian Deny diperbarui 06 Feb 2016, 11:27 WIB
Sejumlah mobil yang dipajang di dealer Ford, Jakarta, Selasa (26/1). Ford memastikan konsumen dapat tetap mengunjungi dealer Ford untuk layanan penjualan, servis dan garansi hingga beberapa waktu ke depan di tahun ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Ford memutuskan untuk menghentikan penjualan kendaraan roda empatnya di Indonesia. Produsen otomotif asal Amerika Serikat itu pun menutup seluruh dealer di Indonesia.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, meskipun memutuskan untuk menutup seluruh dealer, namun penjualan Ford di Indonesia terbilang bagus.

Ford dikatakan mampu menjual sekitar 6.000-7.000 unit mobil per tahun. "Ford bisa jual 6.000-7.000 unit. BMW saja yang punya pabrik perakitannya di Indonesia penjualannya tidak sampai 1.000 unit. Mercedes yang sudah lama di Indonesia tidak sampai 2.000 unit," ujarnya di Jakarta, seperti ditulis Sabtu (6/2/2016).

Terlepas dari penutupan dealer, lanjut Putu, Ford bisa saja tengah mempersiapkan strategi untuk kembali menanamkan investasinya di Indonesia. Hal ini dilakukan General Motor (GM) yang menghentikan penjualannya di Indonesia namun kembali berinvestasi dengan menggandeng produsen otomotif China, SAIC dan Wuling. Bahkan, kini tengah melakukan pembangunan pabrik dengan nilai investasi mencapai Rp 9,7 triliun.

"Jadi, pasar Indonesia sebenarnya masih menggiurkan. Ford tidak mungkin tinggalkan Indonesia begitu saja, pasti ada strategi di balik itu. Di sini masih menarik untuk investasi, keamanan masih bagus, soal bisnis juga masih menarik," kata dia.

Seperti diketahui, PT Ford Motor Indonesia (FMI) resmi mengumumkan akan berhenti beroperasi di Indonesia mulai paruh kedua tahun ini.

Menurut juru bicara Ford Asia Pasifik, sebagaimana dikutip Reuters, alasan dibalik penghentian operasi ini adalah karena dua faktor, yakni minimnya penjualan dan tak adanya pabrik perakitan.

"Di Indonesia, tanpa manufaktur lokal .. tidak ada jalan sama sekali pabrikan dapat bersaing di pasar itu, dan kami tidak memiliki manufaktur lokal," ujar juru bicara Ford Asia Pasifik yang berbasis di Shanghai, Tiongkok.

Menurut data Gaikindo, wholesale Ford sepanjang 2015 mencapai angka 4.986 unit. Di Indonesia, mereka meniagakan Fiesta, EcoSport, Escape, Everest, dan Focus. Dari model tersebut, EcoSport berkontribusi paling besar dengan 2.713 unit.

Jumlah ini turun lebih dari 50 persen dibanding tahun sebelumnya. Pada 2014, Ford Indonesia berhasil menjual sebanyak 12.008 unit kendaraan. Semuanya didatangkan secara impor, sehingga rentan terhadap kondisi ekonomi global.(Dny/Nrm)





Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya