Dirut KCIC: Jalur Kereta Cepat Akan Dipasang Sensor Anti-Gempa

Dirut KCIC Hanggoro Budi W mengupas pula soal perkembangan dan tantangan yang dihadapi dalam pembangunan jalur kereta cepat Jakarta-Bandung.

oleh Achmad Dwi Afriyadi diperbarui 06 Feb 2016, 00:15 WIB
Direktur Utama Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Hanggoro Budi Wiryawan. (Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Kehadiran kereta api cepat bakal menambah keberagaman moda transportasi di Tanah Air. Proyek yang digarap PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) ini akan melewati rute Jakarta-Bandung.

Pengerjaan proyek kereta cepat ini pun menelan biaya terbilang cukup besar. Angkanya mencapai US$ 5,5 miliar untuk jarak sekitar 150 kilometer.

Saat ini transportasi dari Jakarta ke Bandung sudah cukup lengkap dengan kehadiran jalan tol Cipularang dan kereta api reguler, namun masih ada potensi besar.

Terlebih, kehadiran kereta cepat mewujudkan impian Indonesia untuk sejajar dengan negara maju lainnya.

 

Direktur Utama KCIC Hanggoro Budi Wiryawan pun mengamininya. Tepatnya, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung bertujuan memenuhi kebutuhan transportasi yang akan berkembang untuk 50 tahun mendatang.

"Kereta cepat ini adalah program untuk tangkap 50 tahun kebutuhan ke depan. (Saat ini) sudah ada jalan tol dan kereta api, (tapi) kondisi jalan tol demikian padat," ucap Hanggoro saat berbincang di Studio Liputan 6 SCTV, Senayan City, Jakarta Pusat, belum lama ini.

"Kalau 2-3 tahun pasti akan padat. Apalagi 50 tahun ke depan, kita coba masuk ke sana. Potensi meyakinkan," imbuh Hanggoro.

Mengenai jalur patahan gempa, KCIC pun akan mengutamakan faktor keselamatan transportasi.

"Kami memiliki peta, daerah Jawa-Sumatera daerah gempa. Ada jalur patahan yang harus diwaspadai sepanjang koridor, Cipularang (juga) ada daerah patahan. (Karena itu) kereta cepat akan menghindari daerah patahan itu, dari 5 itu 3 sudah tak aktif dan 2 aktif. Kita hindari itu," beber Hanggoro.

Kedua, KCIC akan melakukan teknologi keamanan Level IV, tertinggi di dunia. "Kita pasang banyak sensor untuk mendeteksi pergerakan tanah, gempa. Supaya aware level bagi pengoperasian kereta cepat," ujar Hanggoro.

Hanya saja, masih banyak 'PR' terkait proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Di antaranya, KCIC harus memenuhi sejumlah izin untuk membangun proyeknya. Sejauh mana prosesnya? Dan bagaimana tantangan yang dihadapi KCIC? Simak wawancara khusus Liputan6.com dengan Dirut KCIC Hanggoro Budi Wiryawan yang dipandu Jemmy Darusman berikut ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya