Hujan Lebat, Permukiman Kampung Pulo Masih Kebanjiran

Genangan masih terjadi akibat belum berfungsinya gorong-gorong yang dibuat Pemprov DKI Jakarta, selepas normalisasi sungai Ciliwung.

oleh Ahmad Romadoni diperbarui 02 Feb 2016, 11:42 WIB
Warga terlihat turun menggunakan tangga dari lantai atas rumahnya menyusul surutnya air yang sempat merendam pemukiman mereka di kawasan Kampung Pulo, Jakarta, Selasa, (17/11). (Liputan6.com/Gempur M Surya)

Liputan6.com, Jakarta - Proyek normalisasi sungai Ciliwung dan penertiban rumah warga tidak membuat Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur bebas dari banjir. Sejumlah rumah warga masih tergenang banjir akibat hujan lebat yang melanda sejak Senin malam.

Ketua RW 02 Kamaludin mengatakan, rumah warga di RW 2 dan 3 masih tergenang air akibat luapan sungai Ciliwung. Air mulai menggenangi rumah warga sejak pukul 02.00 WIB.

"Iya, masih banjir. Airnya mulai naik tadi pukul 02.00 WIB. Kalau di RW 02 sudah mulai surut dari pukul 07.00 WIB, tapi di RW 03 masih 50 sentimeter lah," kata Kamal saat dikonfirmasi Liputan6.com, Selasa (2/2/2016).


Kamal menjelaskan, wilayah RW 3 memang lebih rendah. Terlebih, posisinya berbatasan langsung dengan jalan inspeksi yang merupakan bagian dari normalisasi.

"Dia itu paling rendah. Dulunya kan gang V yang banjirnya paling tinggi," imbuh dia.

Menurut Kamal, genangan masih terjadi akibat belum berfungsinya gorong-gorong, yang dibuat Pemprov DKI Jakarta selepas normalisasi sungai Ciliwung. Sehingga, air yang sudah menggenangi rumah warga tidak bisa mengalir.

"Gorong-gorong sudah ada. Cuma belum berfungsi karena enggak ada pompa. Pompa mobile sih stand by kalau banjir, tapi tidak bisa cepat surutnya," jelas Kamal.

Kamal menambahkan, saat ini tidak ada warga yang mengungsi akibat banjir 'langganan' ini. Aktivitas warga juga berjalan normal.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya