Harga Meroket, Penjual Daging Mulai Tutup Lapak

Harga daging sapi kini dijual di kisaran Rp 120 ribu-Rp 130 ribu per kilogram (kg).

oleh Ilyas Istianur PradityaDiterbitkan 29 Januari 2016, 09:31 WIB
Pedagang memotong daging sapi jualannya di Pasar Senen, Jakarta, Senin (25/1). Harga daging sapi di pasar tradisional di Jakarta naik dari Rp 95 ribu-Rp 100 ribu per kilogram (kg) menjadi Rp 130 ribu per kg. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta - Harga daging sapi terus meroket ke level Rp 120 ribu-Rp 130 ribu per kilogram (kg). Hal ini membuat para pedagang mulai menurunkan jumlah penjualannya demi mencegah kerugian.

Rahmat (35), salah satu penjual daging di Pasar Tegal Parang, Jakarta Selatan ini mengaku dari yang biasa sehari mampu menjual dua ekor sapi, kini hanya menjual satu ekor sapi.

"Itu pun setiap hari tidak pernah habis, selalu saya bawa pulang sisanya," kata dia saat berbincang dengan Liputan6.com, Jumat (29/1/2016).

Baca Juga

  • Mampukah Paket Ekonomi Jilid IX Turunkan Harga Daging?
  • DPR Minta Pemerintah Harus Bersatu Basmi Mafia Daging
  • Turunkan Harga, Pemerintah Perluas Negara Pengimpor Daging



Dia bercerita kenaikan harga ini sudah mulai terjeadi sejak Natal 2015. Kemudian harga saat natal hingga tahun baru itu stabil di kisaran Rp 95 ribu-Rp 100 ribu per kg. Namun setelah itu bukannya harga turun, melainkan justru menanjak.

Rahmat meminta kepada pemerintah untuk segera bergerak cepat untuk mengatasi harga daging ini. Selain menambah pasokan, dia juga meminta pemerintah melakukan sidak di rumah potong hewan (RPH).

"Itu perlu, biar tahu kalau memang ada penahanan pasokan‎, jadi biar langsung ditindak," jelas dia.

Sementara itu, penjual daging sapi lainnya Harjo (41) mengaku khawatir jika harga tak kunjung turun, dirinya akan bernasib sama seperti beberapa rekannya.

"Teman saya yang biasa jualan di pasar pasar lain beberapa ada yang tidak jualan lagi, tutup. Di sini yang biasa ada lima penjual daging, sekarang tinggal tiga orang," cerita dia. (Yas/Ndw)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya