Batal Naik Pesawat, Warga Eks Gafatar Jateng-DIY Diangkut Kapal

Pemulangan warga eks Gafatar asal Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta akan dipindahkan melalui KRI.

oleh Fajar Abrori diperbarui 23 Jan 2016, 20:12 WIB
Para mantan anggota Gafatar yang mengungsi di Ketapang. (Liputan6.com/Raden AMP)

Liputan6.com, Solo - Pengungsi eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang berasal dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta awalnya akan diterbangkan dari Pontianak menuju Bandara Adi Soemarmo, Solo, Sabtu dini hari tadi. Hanya saja rencana tersebut batal dan selanjutnya untuk pemulangan para pengungsi dengan kapal.

Untuk mengantisipasi kedatangan pengungsi eks anggota Gafatar pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari, Bandara Adi Soemarmo mendapat pengawalan yang ketat dari petugas kepolisian serta TNI.

Bahkan, bus-bus yang digunakan untuk mengangkut eks anggota Gafatar telah disiapkan sejak kemarin malam, Jumat 22 Januari 2016.

Setelah ditunggu hingga Sabtu dini hari, pesawat yang mengangkut pengungsi eks anggota Gafatar gelombang pertama tak kunjung datang. Padahal rencana awal pesawat carteran Lion Air dijadwalkan tiba di Bandara Adi Soemarmo kemarin malam sekitar pukul 23.00 WIB.

"Pemulangan eks Gafatar dengan pesawat batal. Akan tetapi pemulangan akan dipindahkan melalui KRI (kapal perang RI)," ucap Kapolres Boyolali AKBP Budi Sartono, Sabtu (23/1/2016).

Ia mengungkapkan, batalnya pemulangan menggunakan pesawat karena ada penolakan dari sejumlah anggota eks Gafatar Jawa Tengah dan DIY. Bahkan, pihak kepolisian di Pontianak etelah melakukan pemeriksaan terhadap 10 anggota eks Gafatar.

"Salah satunya yang diperiksa Polda Kalbar adalah Eka Cakraningrat yang merupakan Ketua DPD Gafatar Jateng," tutur Budi.

Menurut Budi, pemeriksaan tersebut dilakukan karena yang bersangkutan melakukan provokasi kepada eks anggota Gafatar lainnya. Ulah Eka Cakraningrat ini menyebabkan terjadinya aksi penolakan massa untuk dipulangkan menuju Jawa Tengah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya